Lebaran 2026

Jadwal Pemantauan Hilal di Observatorium Assalaam Sukoharjo Sore Ini, Dimulai Pukul 17.00 WIB

Pantauan hilal akan dilakukan Observatorium Assalaam Sukoharjo. Mereka akan memantau pada Kamis sore ini.

Tayang:
Dok. TribunSolo.com
PANTAU HILAL. Ketua Pusat Astronomi Assalam, AR Sugeng Riyadi mengamati hilal di atap Oberservatory Assalam Sukoharjo, Selasa (11/5/2021). Tahun 2026 mereka akan melakukan pantauan hilal juga. 
Ringkasan Berita:
  • Observatorium Assalaam Sukoharjo akan melakukan pengamatan hilal pada Kamis (19/3/2026) pukul 17.00–18.30 WIB di Komplek Ponpes Modern Islam Assalaam, Pabelan, Kartasura.
  • Berdasarkan data astronomi, Idulfitri 2026 diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, sebagaimana disampaikan Kepala Pusat Astronomi, AR Sugeng Riyadi.
  • Meski prediksi sudah mengarah, penetapan resmi awal Syawal tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama RI.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Observatorium Assalaam Sukoharjo akan melakukan pengamatan hilal pada Kamis (19/3/2026). 

Mereka akan mulai pengamatan pada pukul 17.00 hingga 18.30 WIB.

Pengamatan ini akan dilakukan dari Komplek Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo

Kepala Pusat Astronomi Assalaam Sukoharjo, AR Sugeng Riyadi, menyebut Idulfitri 2026 diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Ini beradasarkan data astronomi yang mereka pegang. 

Meski perhitungan astronomi sudah mengarah pada tanggal tersebut, penetapan resmi Idulfitri tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama RI.

Sidang ini menjadi acuan utama pemerintah dalam menetapkan awal bulan Syawal secara nasional, sehingga masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi.

Baca juga: Meski Sudah Kantongi Data Astronomi, Observatorium Assalaam Tetap Pantau Hilal Sore Ini

Kriteria Penentuan 1 Syawal

AR Sugeng Riyadi mengatakan, dalam perhitungan penentuan 1 Syawal, ada kriteria yang digunakan.

Perhitungan tersebut mengacu pada kriteria Pemerintah RI, yakni Neo-MABIMS 3-6-4 yang disepakati oleh Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

“Mengacu pada kriteria Pemerintah RI yakni Neo-MABIMS 3-6-4 (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), maka awal Syawal 1447 H akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan resmi menunggu pengumuman Menteri Agama RI dalam sidang isbat pada 19 Maret 2026 petang,” terangnya dalam keterangan tertulis.

PANTAU HILAL - Observatorium Pondok Pesantren Modern Assalam Sukoharjo melaksanakan pemantauan atau rukyat hilal untuk penentuan awal Syawal 1447 Hijriah pada Selasa (16/2/2026). Pemantauan rukyat hilal Syawal 1447 Hijriah di Observatorium Pondok Pesantren Modern Assalam, Sukoharjo, menunjukkan hasil hilal negatif
PANTAU HILAL - Observatorium Pondok Pesantren Modern Assalam Sukoharjo melaksanakan pemantauan atau rukyat hilal untuk penentuan awal Syawal 1447 Hijriah pada Selasa (16/2/2026). Pemantauan rukyat hilal Syawal 1447 Hijriah di Observatorium Pondok Pesantren Modern Assalam, Sukoharjo, menunjukkan hasil hilal negatif (TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar)

Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah data astronomi yang menjadi dasar perhitungan awal bulan Syawal.

Konjungsi Bulan dan Matahari terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 08.26.02 WIB.

Sementara itu:

  • Matahari terbenam (sunset): pukul 17.48.17 WIB di arah 269,43°
  • Bulan (hilal) terbenam: pukul 17.57.38 WIB di arah 273,7°
  • Ketinggian Bulan saat sunset: 2,38°
  • Arah Bulan: 273,95°
  • Usia Bulan (hilal): 29 hari 9 jam 22 menit 15 detik
  • Jarak Bulan–Matahari: 5,55°

Data ini menunjukkan posisi hilal yang menjadi salah satu penentu masuknya awal bulan Syawal dalam kalender Hijriah. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved