Pejabat Silaturahmi ke Jokowi di Solo

Di Solo, Komisaris PT Pertamina Bicara Imbas Perang pada BBM: Opsi Pasokan dari Afrika dan Amerika

Hasan Nasbi menyebut soal BBM sudah ada opsi dari pemerintah yakni mengambil dari Afrika dan Amerika.

Tayang: | Diperbarui:
TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto
BICARA BBM. Komisaris PT Pertamina Hasan Nasbi ungkap ketersediaan BBM dalam negeri imbas perang AS-Israel vs Iran di Selat Hormuz pada Rabu (25/3/2026). Dia mengungkap ada opsi mengambil dari Afrika dan Amerika. 
Ringkasan Berita:
  • Distribusi minyak dunia tersendat akibat konflik AS–Israel dengan Iran yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz, memengaruhi pasokan global termasuk Indonesia.
  • Pemerintah mencari alternatif pasokan dari wilayah lain seperti Afrika dan Amerika, serta memastikan stok BBM terus diperbarui agar kebutuhan tetap terpenuhi.
  • Meski harga minyak dunia naik, pemerintah belum menaikkan harga BBM dan mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Distribusi minyak dunia saat ini tengah tersendat imbas perang yang terjadi antara Amerika Serikat–Israel dengan Iran yang berakibat ditutupnya Selat Hormuz.

Dampak tersebut juga dirasakan oleh Indonesia yang harus memutar otak untuk tetap menstabilkan distribusi minyak di dalam negeri.

Hal itu tak dipungkiri oleh Komisaris PT Pertamina, Hasan Nasbi, saat ditemui di Kota Solo pada Rabu (25/3/2026) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Hasan mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah mencari cara agar pasokan minyak dalam negeri tetap aman.

"Dari pemerintah arahannya sudah mengantisipasi jauh-jauh hari sejak pertama kali perang meletus. Pemerintah sudah memprediksi dampaknya akan sejauh apa, mengenai harga, pasokan, dan Pertamina sebagai operator mengikuti arahan pemerintah," terang Hasan.

Kini pemerintah disebut Hasan tengah memikirkan opsi untuk mencari pasokan minyak dari negara lain.

"Dari sisi pasokan, kita mencari sebanyak mungkin sumber-sumber yang tidak tertahan di Selat Hormuz. Ada sumber-sumber di tempat lain seperti dari Afrika dan Amerika. Sejauh ini cadangan kita terus diperbarui sehingga kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi oleh Pertamina," lanjut dia.

Hasan juga tak memungkiri bahwa harga minyak dunia kini telah mengalami kenaikan.

TEMUI JOKOWI - Mantan Kepala Komunikasi Presiden Hasan Nasbi mengunjungi Mantan Presiden Jokowi di kediamannya Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (26/9/2025)
TEMUI JOKOWI - Komisaris PT Pertamina, Hasan Nasbi mengunjungi Mantan Presiden Jokowi di kediamannya Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (26/9/2025) lalu. Dia menyebut soal BBM ada opsi mengambil dari Afrika dan Amerika.  (TRIBUNSOLO.COM/Ahmad Syarifudin)

Belum Menetapkan Kebijakan Kenaikan BBM

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah belum menetapkan kebijakan kenaikan BBM dalam negeri.

"Kita tidak ada kenaikan harga. Kalau di pasar dunia ada kenaikan harga, di dalam negeri pemerintah sejauh ini belum ada kebijakan menaikkan harga," urainya.

Terkait stok cadangan minyak di Indonesia yang disebut aman hingga 20 hari, Hasan menerangkan bahwa setiap hari pemerintah selalu memperbarui stok BBM dalam negeri.

Baca juga: Temui Jokowi di Solo saat Lebaran, Budi Arie Tegaskan Tak Ada Obrolan Politik

"Kalau hari ini ditanya stoknya 20 hari, kemarin ditanya stoknya masih 20 hari. Besok ditanya masih 20 hari juga, karena stoknya terus diperbarui. Setiap hari seperti itu, minggu depan ditanya stoknya 20 hari. Pasokannya masuk terus," jelas Hasan.

Menurutnya, pembaruan stok BBM setiap hari tersebut bisa meredam kepanikan di tengah masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi kelangkaan minyak.

"Pemerintah selalu mengarahkan kita mengantisipasi jauh-jauh hari dan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tidak perlu panic buying. Pemerintah akan melakukan penyesuaian, sudah ada ide dan rencana dari pemerintah untuk penghematan dari sisi konsumsi BBM. Jangan panik, sampai hari ini baik-baik saja. Insyaallah pemerintah mengusahakan yang terbaik," tutup dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved