Perebutan Tahta Keraton Solo
Edukasi Sejarah di Keraton Kilen, Pemerhati: Halaman dan Bunker Bisa Dibuka Publik
Pembukaan Keraton Kilen untuk publik bisa dilakukan seperti area halaman hingga bunker bisa dibuka untuk umum.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Prof. Teguh Budiharso menilai akses Keraton Kilen harus dibatasi demi menjaga kesakralan kediaman Pakubuwono X.
- Ia mengusulkan sebagian area seperti halaman dan bunker dibuka untuk edukasi sejarah bagi publik.
- Sementara bangunan utama tetap dibatasi aksesnya karena nilai sakral dan sejarahnya yang tinggi.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerhati budaya Prof. Teguh Budiharso mengingatkan agar akses di Keraton Kilen tetap dibatasi untuk publik.
Menurutnya, kesakralan kediaman Sinuhun Pakubuwono X ini harus dijaga dengan pembatasan akses.
Ia berpendapat, area Keraton Kilen semestinya dibuka untuk publik hanya sebagian saja.
Dengan begitu, fungsi edukasi sejarah tetap bisa dilakukan tanpa mengorbankan sakralitasnya.
“Ada bagian yang memang direncanakan boleh dikunjungi publik. Tapi ada juga yang secara khusus harus dijaga kesakralannya supaya hanya untuk raja atau untuk menerima tamu-tamu penting,” ungkapnya saat dihubungi, Minggu (29/3/2026).
Ia berpendapat, area halaman hingga bunker bisa dibuka aksesnya untuk publik karena memiliki nilai sejarah yang dapat menjadi sarana edukasi.
“Ada makna kesejarahan yang perlu dibagikan, misalnya bunker saat akan menghadapi Perang Dunia II. Lalu mungkin rekonstruksi sejarah, ada petunjuk di museum atau dibuat museum kecil yang menjelaskan asal-usul Keraton Kilen, kapan mulai dibangun, serta apa saja yang ada di situ,” jelasnya.
Sementara itu, bangunan utama Keraton Kilen yang menjadi kediaman Pakubuwono X harus memiliki akses terbatas.
Gedung ini dibangun sebagai salah satu syarat agar Keraton Kasunanan Surakarta tidak runtuh setelah 100 tahun berdiri, seperti diramalkan Raden Ngabehi Ronggowarsito.
Namun, bukan berarti bangunan ini tertutup sama sekali.
Penggunaan cagar budaya ini perlu dikelola dengan perizinan khusus oleh pihak berwenang.
“Tidak berarti tertutup sama sekali, ya. Tapi perlu izin khusus,” jelasnya.
Soal Penolakan dari Kubu PB XIV Purboyo, Harus Disertai Solusi
Penolakan membuka Keraton Kilen untuk publik datang dari kubu Sinuhun Pakubuwono XIV Purboyo.
Salah satu alasannya karena area tersebut merupakan area privat.
| 19 Advokat Raja Solo PB XIV Purbaya Mundur, Komunikasi Langsung dengan Sinuhun Jadi Sorotan |
|
|---|
| BPK Sebut Lumut di Songgo Buwono Wajar, Sampai Saat Ini Belum Ada Laporan Kerusakan |
|
|---|
| Kubu Purboyo Soroti Kajian Akademik Revitalisasi Songgo Buwono Keraton Solo, BPK: Sudah Dilakukan |
|
|---|
| Fakta Mengejutkan di Balik Lumut Songgo Buwono Keraton Solo! Sudah Terlihat saat Kunjungan Fadli Zon |
|
|---|
| BPK Pastikan Revitalisasi Panggung Songgo Buwono Keraton Solo Sudah Melalui Kajian Akademik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Bunker-di-Kompleks-Keraton-Kulon-Keraton-Solo-Jawa-Tengah-Selasa-1032026.jpg)