Wacana Kebijakan WFH ASN
Wacana WFH Dampak Konflik Iran vs AS-Israel, Perhotelan Solo Kian Terhimpit
Dunia perhotelan di Solo terdampak wacana WFH akibat konflik AS-Israel vs Iran.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Kebijakan efisiensi dan wacana WFH akibat situasi global membuat bisnis perhotelan di Solo semakin tertekan dan belum pulih.
- Okupansi hotel rendah jelang Lebaran, H-3 di bawah 50 persen dan hari H hanya sekitar 50–60 persen, baru naik di H+1.
- Pemangkasan anggaran pemerintah membuat sektor MICE anjlok, sehingga hotel terpaksa melakukan efisiensi, termasuk pengurangan SDM dan unpaid leave.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Semenjak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kebijakan efisiensi mengakibatkan bisnis perhotelan harus mengencangkan ikat pinggang.
Kini, wacana Work From Home (WFH) sebagai langkah efisiensi pemerintah akibat Perang Iran vs AS-Israel makin menghimpit bisnis perhotelan di Solo.
Humas BPC PHRI Solo, Wening Damayanti, mengungkapkan kondisi ini membuat bisnis perhotelan semakin sulit bertahan.
Ia menyebut hingga kini sektor ini masih belum pulih dari dampak efisiensi.
“Belum sebetulnya (pulih dari dampak efisiensi pemerintah). Ditambah lagi Perang Iran dan Amerika, ada wacana WFH, pasti akan lebih berat untuk kami,” jelasnya saat dihubungi, Minggu (29/3/2026).
Situasi ekonomi akibat perang telah terasa menjelang libur Lebaran.
Secara psikologis, banyak orang lebih menahan untuk membelanjakan uangnya.
“Ini membuat kami yang berada di bisnis hospitality cukup was-was. Karena memang situasi geopolitik saat ini cukup berpengaruh terhadap turunnya volume wisatawan ke berbagai kota di Indonesia, termasuk salah satunya di Kota Solo,” tuturnya.
Okupansi di Bawah 50 Persen
Hal ini terlihat dari tiga hari sebelum Lebaran, okupansi di bawah 50 persen.
Pada hari H Lebaran pun baru berkisar 50–60 persen.
“H-3 di beberapa hotel masih rendah, di bawah 50 persen. Di hari H, tanggal 20–21, masih belum naik secara signifikan, rata-rata masih di 50–60 persen. H+1 naik cukup signifikan, banyak yang last minute booking. Masih banyak yang melihat situasi terlebih dahulu,” jelasnya.
Seperti telah diketahui, pemangkasan anggaran pemerintah mengakibatkan bisnis Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) anjlok. Hal ini membuat hotel memangkas belanja pegawai.
Baca juga: Ingin Menginap Dekat Taman Balekambang Solo, Coba Tiga Hotel Ini
“Tahun ini sangat berat untuk kami di industri hospitality. Kami tidak bisa mengandalkan MICE dari pemerintah. Pemangkasan anggaran berkurang sangat jauh. Sehingga akhirnya banyak yang melakukan efisiensi, terutama dalam hal ketenagakerjaan. Kami melakukan pengurangan SDM. Banyak yang dirumahkan sementara dan unpaid leave,” tuturnya.
Sementara itu, upaya untuk menggali sektor swasta nyatanya tak cukup mengembalikan kehilangan besar akibat pemangkasan pemerintah.
“Dampaknya masih terasa karena belum ada anggaran yang teralih dari meeting pemerintahan ke hotel. MICE yang harus kami gali dari sektor swasta,” terangnya. (*)
| Fraksi PDIP Solo: Efisiensi BBM Tak Cukup WFH, Operasional Mobil Dinas Harus Dikurangi |
|
|---|
| Wacana WFH ASN Dampak Perang Iran vs AS-Israel, DPRD Solo: Jangan Sekadar Pencitraan |
|
|---|
| DPRD Solo Dukung WFH ASN, Soroti Pentingnya Laporan Efisiensi dan Usul Pengurangan Mobil Dinas |
|
|---|
| Kapan Pemkot Solo Terapkan WFH ASN? Wali Kota Solo Respati Ardi Sebut Bakal Umumkan Segera |
|
|---|
| Soal Anjuran WFH ASN, Pemkot Solo Sedang Godok Aturan Bersama Sekda dan BKPSDM : Secepatnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kamar-hotel-solia-zigna-di-solo-yessss.jpg)