Wacana Kebijakan WFH ASN
Terapkan WFH, Pemprov Jateng Klaim Hemat Rp 3,9 Miliar per Bulan
WFH di Jateng diklaim bisa menghemat anggaran hingga miliaran per bulan. Kebijakan WFH akan diterapkan setiap jumat.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut WFH bisa menghemat hingga Rp 3,5–3,9 miliar per bulan, tergantung efektivitas dan kesadaran ASN dalam menghemat BBM.
- WFH akan diterapkan setiap Jumat, kecuali bagi ASN yang melayani langsung masyarakat.
- Pemprov juga membatasi penggunaan air dan listrik, serta mendorong kesadaran pegawai, termasuk penggunaan sepeda tanpa paksaan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengklaim pihaknya akan menghemat Rp 3,9 miliar per bulan jika Work From Home (WFH) diterapkan secara efektif.
Namun, hal ini membutuhkan kesadaran tiap pegawai untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM).
“Hitungan kemarin, kalau 62 ribu ASN Provinsi Jawa Tengah bisa Rp 3,5 miliar,” jelasnya saat ditemui di Kantor Tribun Solo, Selasa (7/4/2026).
Pihaknya akan menerapkan WFH tiap hari Jumat sesuai imbauan pemerintah pusat.
WFH tidak berlaku bagi ASN yang berhubungan dengan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Baca juga: Soal ASN Klaten WFH, Bupati Hamenang: Masih Kami Kaji, Tak Mau Gegabah Hanya Fomo
“Kita fokuskan pada hari Jumat. Khususnya untuk pelayanan yang bersentuhan dengan masyarakat tidak kita lakukan,” terangnya.
Sejumlah golongan ASN akan diwajibkan mengikuti WFH.
Sementara itu, golongan lain diberlakukan sebagian pegawai.
“Beberapa golongan ASN, golongan 1–2 itu wajib, yang lainnya kita bagi WFH-nya,” jelasnya.
Batasi Penggunaan Air dan Listrik
Selain WFH, pihaknya juga akan menekan operasional gedung dengan membatasi penggunaan air hingga listrik.
Petugas akan ditunjuk untuk melakukan pengawasan.
Baca juga: Gubernur Ahmad Luthfi Lepas 16.186 Peserta Mudik Gratis ke Jateng: Ringankan Beban Para Perantau
“Yang tidak kalah penting pembatasan air dan lampu. Ada yang mengoordinir piket kontrol,” terangnya.
Sementara itu, mengenai kebijakan penggunaan sepeda, ia menyerahkan pada kesadaran masing-masing pegawai. Menurutnya, jika dipaksa, kebijakan ini tidak akan efektif.
“Pada hari Jumat beberapa anggota kita naik sepeda, ada yang jalan kaki. Itu merupakan kesadaran. Disiplin itu napasnya kesadaran. Kalau ditekan, nyolong-nyolong. Sampai Simpang Lima baru naik sepeda,” jelasnya. (*)
| Pemkab Boyolali Tak Terapkan WFH, Fokus Efisiensi Energi dengan Batasi Kegiatan di Luar Kantor |
|
|---|
| Jumat Bersepeda di Solo, ASN Rela Tempuh 45 Menit ke Kantor: Menyehatkan Badan |
|
|---|
| Solo Bakal Dijadikan 'Kota Ramah Pesepeda', Respati Ardi juga Ajak Warga Naik Transportasi Umum |
|
|---|
| Pemkot Galakkan Jumat Bersepeda, Bagaimana ASN Bertempat Tinggal Luar Solo? Ini Solusi Respati |
|
|---|
| Pemkot Solo Masih Kaji WFH, Pilih Program Jumat Bersepeda untuk Hemat BBM dan Dukung UMKM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/WFH-Jateng-disebut-ngirit.jpg)