Fakta Menarik Tentang Solo
7 Mitos Beli Rumah yang Masih Banyak Dipercaya Warga Solo Raya, Ini Faktanya
Di wilayah Solo Raya, sejumlah mitos seputar rumah masih banyak diyakini dan kerap menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Banyak warga Solo Raya masih percaya mitos beli rumah seperti tusuk sate, dekat kuburan, atau bulan Suro yang dianggap membawa sial.
- Faktanya, sebagian besar tidak terbukti ilmiah dan lebih dipengaruhi faktor psikologis atau budaya.
- Keputusan membeli rumah sebaiknya berdasarkan aspek rasional seperti lokasi, desain, kenyamanan, dan kesiapan finansial.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Membeli rumah bukan hanya soal harga dan lokasi, tetapi juga sering dipengaruhi oleh berbagai kepercayaan yang sudah turun-temurun.
Di wilayah Solo Raya, sejumlah mitos seputar rumah masih banyak diyakini dan kerap menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan.
Padahal, tidak semua kepercayaan tersebut memiliki dasar yang kuat.
Baca juga: 11 Ide Usaha Ternak Ikan Modal Minim, Cocok Dikembangkan di Desa-desa Solo Raya
Berikut ini deretan mitos beli rumah yang masih populer, lengkap dengan penjelasan faktanya.
1. Rumah Tusuk Sate Membawa Sial
Banyak orang menghindari rumah tusuk sate karena dianggap membawa energi negatif dan rawan kecelakaan.
Faktanya, tidak ada bukti ilmiah soal kesialan.
Namun secara logika, posisi ini memang lebih bising dan berisiko lalu lintas.
2. Rumah Menghadap Timur Lebih Beruntung
Arah timur dipercaya membawa energi positif karena matahari terbit dari sana.
Faktanya, keuntungan lebih pada pencahayaan alami dan suhu rumah yang lebih sejuk, bukan soal keberuntungan.
Baca juga: 7 Ide Kuliner Berbahan Coklat, Cocok untuk Bisnis Rumahan di Solo atau Dijual Online
3. Rumah Dekat Kuburan Berenergi Negatif
Sebagian warga merasa rumah dekat makam membawa aura tidak baik.
Faktanya, tidak berpengaruh secara nyata, hanya faktor psikologis.
Bahkan, harga rumah biasanya lebih murah.
4. Rumah Pojok Jalan Bawa Hoki
Rumah di sudut jalan sering dianggap lebih membawa rezeki.
Faktanya, memang punya akses lebih luas, tapi juga lebih bising dan kurang privasi.
Baca juga: Mitos Berendam di Sendang Kun Gerit Sragen, Benarkah Bisa Sembuhkan Penyakit?
5. Rumah Menghadap Barat Selalu Panas
| Asal-usul Nama Kawasan Baron di Solo: dari Tempat Tinggal Bangsawan, Kini jadi Tempat Kuliner Ikonik |
|
|---|
| Solo Terlempar dari 10 Besar sebagai Kota Paling Toleran Indonesia, Terakhir Masuk di Era Gibran |
|
|---|
| Daftar 10 Kota Paling Toleran di Indonesia 2025 Versi SETARA : Solo Tak Masuk 10 Besar |
|
|---|
| Mitos Bulan Dulkangidah Menurut Masyarakat Solo Raya: Kenapa Tak Dianjurkan Menikah di Bulan Ini? |
|
|---|
| 10 Mitos Ibu Hamil Menurut Kepercayaan Jawa, Masih Dipercaya Sebagian Warga Solo Raya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-rumah-tusuk-sate.jpg)