Flyover Purwosari Solo
Ornamen di Flyover Manahan dan Purwosari Solo Rusak, Warga Khawatir Bikin Celaka
Kerusakan terlihat terjadi di dua flyover Solo, ini di Mahanan dan Purwosari. Warga khawatir kerusakan bisa bikin celaka.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Kerusakan ornamen mozaik di dinding flyover Manahan membuat warga khawatir karena sebagian mulai mengelupas dan berjatuhan.
- Kondisi serupa juga terjadi di flyover Purwosari, dengan sejumlah ornamen yang dilaporkan rusak oleh warga melalui aplikasi ULAS.
- Pemkot Solo akan melakukan perbaikan melalui pemeliharaan rutin, termasuk melepas dan menyesuaikan kembali mozaik yang rusak.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kerusakan ornamen atau mozaik yang menghiasi dinding flyover Manahan membuat masyarakat khawatir.
Beberapa susunan mozaik yang berasal dari bahan marmer tersebut mulai mengelupas dan berjatuhan.
Warga khawatir ornamen itu jatuh mengenai pengguna jalan.
Keluhan yang sama juga terjadi di flyover Purwosari.
Rusaknya ornamen mozaik yang ada di dinding flyover Manahan pun telah dilaporkan oleh warga melalui laman Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS).
"Ornamen sisi barat flyover Manahan (sebelah selatan lampu merah) sebagian sudah ambrol ke jalan dan sebagian lagi rawan ambrol. Sangat membahayakan pengguna jalan. Mohon bisa dibenahi. Terima kasih," tulis keterangan warga dalam laman ULAS.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Pemkot Solo, Joko Supriyanto, menerangkan bahwa pihaknya telah mengkaji kondisi mozaik di dinding flyover Manahan sisi selatan tersebut.
"Oh iya, nanti kita pakai pemeliharaan rutin jembatan. Itu yang mozaik nanti kita lepas dan kita samakan dengan sisi utara rel," ungkap Joko saat dihubungi TribunSolo.com, Jumat (17/4/2026).
Joko melanjutkan bahwa pemeliharaan flyover Manahan sejak diresmikan pada 2018 silam memang tidak menyentuh ornamen penghias dinding.
Kondisi Sudah Usang
Ia juga tidak memungkiri bahwa kondisi mozaik telah usang dan harus segera diganti.
"Iya, sejak dibangun flyover Manahan, bahasanya kami merawatnya hanya di bangunan utamanya. Kalau yang mozaik memang sudah permanen dan tidak bisa kita ubah. Ini banyak masukan untuk disamakan dengan diganti mural," lanjutnya.
Tak hanya di flyover Manahan, kondisi rusaknya ornamen penghias jalan layang itu pun juga terdapat di flyover Purwosari.
Sejumlah ornamen penghias yang terbuat dari tembaga berbentuk gunungan wayang serta motif batik di sepanjang dinding pembatas flyover tampak telah ada yang rusak.
Dari pantauan TribunSolo.com, beberapa ornamen penghias dari bahan tembaga tersebut bahkan ada yang patah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Purwosari-ornamen-flyover.jpg)