Sejarah di Kota Solo

Perbedaan Gudeg Solo dan Jogja, Menu Sarapan Favorit yang Punya Sejarah Panjang

Namun, meskipun sama-sama bernama gudeg, kuliner ini ternyata memiliki dua versi populer, yaitu Gudeg Yogyakarta dan Gudeg Solo.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA
KULINER LEGENDARIS SOLO - Seporsi gudeg cakar, salah satu kuliner Solo/Surakarta yang buka dini hari. Inilah perbedaan gudeg Solo dan Jogja. (KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA) 

Ringkasan Berita:
  • Gudeg Solo dan Jogja sama-sama berbahan nangka muda dengan santan, disajikan dengan nasi, ayam, telur, tempe/tahu, dan krecek, bercita rasa manis gurih khas Jawa.
  • Gudeg Jogja lebih gelap, kering, dan sangat manis; sedangkan gudeg Solo lebih terang, berkuah (nyemek), dan rasanya lebih seimbang.
  • Perbedaan juga terlihat pada pelengkap, di mana gudeg Solo lebih variatif seperti daun singkong, kacang tolo, hingga ceker ayam.
 

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kuliner di Kota Solo dan Yogyakarta sekilas serupa, meskipun tak sama.

Salah satu makanan yang populer di Solo dan Jogja adalah gudeg.

Di Solo, menu gudeg favorit untuk sarapan atau makan malam.

Selama ini, gudeg populer sebagai salah satu kuliner tradisional Indonesia yang legendaris, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga: Mitos Bulan Dulkangidah Menurut Masyarakat Solo Raya: Kenapa Tak Dianjurkan Menikah di Bulan Ini?

Hidangan yang terbuat dari nangka muda ini dimasak bersama santan dan bumbu rempah hingga menghasilkan cita rasa manis gurih yang khas.

Namun, meskipun sama-sama bernama gudeg, kuliner ini ternyata memiliki dua versi populer, yaitu Gudeg Yogyakarta dan Gudeg Solo.

Keduanya memiliki perbedaan dari segi tampilan, rasa, hingga cara penyajian, yang mencerminkan karakter khas masing-masing daerah.

Hantaran oleh-oleh di Gudeg Koyor Mercon Sumringah
Hantaran oleh-oleh di Gudeg Koyor Mercon Sumringah (TRIBUNSOLOTRAVEL.COM)

Asal dan Persamaan Dasar

Baik gudeg Jogja maupun Solo sama-sama menggunakan bahan dasar nangka muda yang direbus berjam-jam dengan santan dan gula kelapa.

Dalam penyajiannya, keduanya biasa disajikan bersama nasi putih, ayam, telur pindang, tahu atau tempe bacem, serta sambal goreng krecek dari kulit sapi.

Cita rasa manis dan gurih menjadi ciri khas gudeg yang disukai masyarakat Jawa, namun perbedaan teknik memasak dan bumbu membuat karakter keduanya berbeda signifikan.

Baca juga: 20 Ide Kuliner Kekinian Tanpa Plastik yang Punya Prospek Bagus di Solo

Perbedaan Gudeg Jogja dan Gudeg Solo

1. Warna dan Tampilan

Gudeg Jogja memiliki warna cokelat tua kemerahan karena proses memasaknya menggunakan daun jati dan gula merah yang lebih banyak.

Hasilnya, gudeg ini tampak lebih gelap dan kering.

Sementara itu, Gudeg Solo cenderung berwarna lebih terang, kecokelatan muda atau agak keputihan, karena tidak memakai daun jati dalam proses masaknya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved