PLTSa Putri Cempo Solo
TPA Putri Cempo Solo Hanya Bisa Tampung Sampah Terolah hingga Agustus 2026
TPA Putri Cempo Solo batasi sampah hingga 2026, DLH targetkan pengurangan 50 persen.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- TPA Putri Cempo Solo hanya akan menampung sampah yang sudah diolah hingga Agustus 2026 sebagai dampak sanksi penghentian open dumping
- DLH Kota Solo menargetkan pengurangan sampah 50 persen atau sekitar 200 ton per hari dari total 400 ton melalui pemilahan dan pengolahan di tingkat rumah tangga
- PSEL Putri Cempo ditargetkan meningkat dari 50–80 ton menjadi 200 ton per hari pada Juni 2026
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - TPA Putri Cempo di Kota Solo dipastikan hanya akan menampung sampah yang sudah melalui proses pengolahan hingga Agustus 2026.
Kebijakan ini merupakan dampak dari sanksi yang dijatuhkan sejak 30 Maret 2026 kepada Pemerintah Kota Solo untuk segera menghentikan praktik open dumping di Tempat Pembuangan Akhir tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Herwin Tri Nugroho, menegaskan bahwa langkah tersebut wajib dipatuhi dan menjadi batas baru operasional TPA Putri Cempo.
“Sanksi administrasinya mengamanatkan untuk mengakhiri open dumping. Kalau itu harus dilaksanakan yang bisa diterima Putri Cempo sebesar yang bisa kita olah,” ungkapnya saat dihubungi Senin (27/4/2026).
Target Pengurangan Sampah 50 Persen di Hulu
Untuk menyesuaikan kapasitas pengolahan, DLH Kota Solo menargetkan pengurangan sampah hingga 50 persen dari sumbernya.
Dengan produksi sampah harian sekitar 400 ton, setidaknya 200 ton diharapkan dapat ditekan sebelum masuk ke TPA Putri Cempo.
“Harapannya bisa mengurangi 50 persen. Kita sesuaikan. Tentu bertahap. Kita muter terus kita awali sampah rumah tangga dulu,” jelasnya.
Fokus utama pengurangan dilakukan dari sektor rumah tangga, disertai edukasi berkelanjutan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
DLH Solo Tegaskan TPA Putri Cempo Tidak Akan Ditutup
Meski ada pembatasan operasional, DLH Kota Solo menegaskan bahwa tidak ada rencana penutupan TPA Putri Cempo.
Kebijakan yang diambil murni untuk menghentikan open dumping dan menyesuaikan volume sampah dengan kapasitas pengolahan.
“Kami nggak pernah statement TPA ditutup. Kami nggak ada rencana menutup TPA. Kalau penghentian open dumping arahannya open dumping dihentikan,” tegas Herwin.
Ia menambahkan bahwa ke depan, sampah yang masuk ke TPA akan dibatasi sesuai kemampuan pengolahan yang tersedia.
Baca juga: Open Dumping Dilarang, TPA Putri Cempo Solo Tetap Beroperasi dengan Pembatasan Sampah, Ini Skemanya
Strategi Hulu ke Hilir
DLH Kota Solo menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya dilakukan di hilir, tetapi juga diperkuat dari hulu.
Edukasi pemilahan sampah rumah tangga menjadi kunci utama untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.
| Open Dumping Dilarang, TPA Putri Cempo Solo Tetap Beroperasi dengan Pembatasan Sampah, Ini Skemanya |
|
|---|
| Dikejar Waktu, TPA Putri Cempo Solo Pangkas Kuota Penampungan Jadi 50 Persen |
|
|---|
| Ada Kabar TPA Putri Cempo Tutup Sementara dan Tak Terima Kiriman Sampah Warga, Ini Kata Pemkot Solo |
|
|---|
| Harusnya Olah 380 Ton Sampah per Hari, Kenapa PSEL Putri Cempo Solo Cuma Mampu 50 Ton? |
|
|---|
| TPA Putri Cempo Solo Cuma Bisa Tampung Sampah Hingga 1,4 Tahun Lagi, Warga Diminta Pilah Sampah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Lokasi-TPA-Putri-Cempo-Solo-belum-lama-ini.jpg)