Idul Adha 2026
Asal Muasal Besek Bambu yang Populer Jadi Wadah Daging Kurban di Solo Raya
Menurut Respati, meningkatnya volume sampah plastik setiap musim pembagian daging kurban perlu menjadi perhatian bersama.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Solo Respati Ardi mengajak warga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban Idul Adha demi menekan sampah lingkungan.
- Respati mendorong penggunaan besek bambu, daun, dan wadah ramah lingkungan lain karena lebih aman bagi lingkungan sekaligus mendukung budaya lokal dan UMKM perajin.
- Tahun ini Pemkot Solo menyalurkan enam sapi kurban ke sejumlah wilayah, termasuk Masjid Baitul Hikmah Balai Kota Solo untuk masyarakat sekitar dan penerima manfaat.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Menurut Respati, meningkatnya volume sampah plastik setiap musim pembagian daging kurban perlu menjadi perhatian bersama.
Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari semangat ibadah dan kebersamaan saat Idul Adha.
Baca juga: Jadwal KRL Solo–Jogja Hari Ini Rabu 27 Mei 2026 : Cek Jam Keberangkatannya di Libur Idul Adha
“Saya mengajak masyarakat Solo untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban,” kata Respati, Selasa (26/5/2026).
Dorong Penggunaan Besek Bambu
Sebagai alternatif pengganti kantong plastik, Respati mengimbau masyarakat menggunakan wadah ramah lingkungan seperti besek bambu, daun, maupun wadah tradisional lainnya.
Menurutnya, penggunaan besek bambu tidak hanya lebih aman bagi lingkungan, tetapi juga mampu menghidupkan kembali budaya lokal sekaligus mendukung pelaku usaha kecil dan perajin tradisional.
“Momentum Idul Adha diharapkan menjadi contoh edukasi nyata masyarakat pentingnya menjaga lingkungan mulai dari hal-hal sederhana di sekitar kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Ajakan tersebut sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengurangan sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan, terutama saat momen pembagian daging kurban yang melibatkan ribuan paket setiap tahunnya.
Baca juga: Penampakan Sapi Kurban Prabowo di Klaten, Ukuran Jumbonya Bikin Sapi Lain Terlihat Kecil!
Pemkot Solo Kurban Enam Ekor Sapi
Sementara itu, Staf Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkot Solo, Muhammad, menjelaskan bahwa tahun ini Pemerintah Kota Solo menyalurkan enam ekor sapi kurban.
Hewan kurban tersebut didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kota Solo, termasuk satu ekor sapi yang ditempatkan di Masjid Baitul Hikmah Kompleks Balai Kota Solo.
Adapun sapi kurban lainnya disalurkan ke wilayah Laweyan, Pasar Kliwon, Serengan, dan Banjarsari.
Muhammad mengatakan daging kurban dari Masjid Baitul Hikmah nantinya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar Balai Kota Solo serta para penerima manfaat di lingkungan pemerintahan.
“Kalau untuk Masjid Baitul Hikmah Balai Kota seperti biasa ke lingkungan balai kota sini. Di antaranya tukang kebersihan, pamdal, kemudian marbot masjid sendiri terus masyarakat sekitar sini Kampung Baru sini,” katanya.
Asal Usul dan Filosofi Besek Bambu
Besek bambu merupakan wadah makanan yang terbuat dari anyaman kulit bambu dan telah digunakan masyarakat Indonesia sejak lama.
| Penampakan Sapi Kurban Prabowo di Klaten, Ukuran Jumbonya Bikin Sapi Lain Terlihat Kecil! |
|
|---|
| Idul Adha 2026, Presiden Prabowo Salurkan Sapi Kurban ke Sukoharjo, Bobotnya 850 Kilogram! |
|
|---|
| Jokowi Salat Id di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Jamaah Berebut Foto Bareng |
|
|---|
| Hendak Dikirim ke Solo Baru, Sapi Kurban Rp24 Juta Malah Lompat ke Sumur di Klaten, Akhirnya Mati |
|
|---|
| Truk Pengangkut Sapi Kurban Prabowo di Karanganyar Mogok : Dijadwalkan Tiba Sore, Baru Datang Malam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Proses-membuat-besek-bambu-oleh-ibu-ibu-di-DukuhDesa-Bero-Kecamatan-Trucuk-2.jpg)