Idul Adha 2026
Asal Muasal Besek Bambu yang Populer Jadi Wadah Daging Kurban di Solo Raya
Menurut Respati, meningkatnya volume sampah plastik setiap musim pembagian daging kurban perlu menjadi perhatian bersama.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Dalam berbagai tradisi masyarakat Jawa, besek menjadi wadah yang umum digunakan untuk hantaran makanan, termasuk saat perayaan keagamaan seperti Lebaran dan Idul Adha.
Berdasarkan catatan literatur, penggunaan besek bambu diperkirakan sudah ada sejak masa Hindu-Buddha di Indonesia sekitar abad ke-5 Masehi.
Budaya memanfaatkan bambu berkembang karena tanaman tersebut mudah ditemukan dan menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Nusantara.
Selain ramah lingkungan, besek bambu juga memiliki nilai filosofis. Anyaman pada besek dimaknai sebagai simbol berkah dan kebersamaan.
Di sejumlah daerah, besek bahkan menjadi bagian dari ritual adat dan lambang kesantunan dalam tradisi masyarakat.
Di era modern, besek bambu kembali banyak digunakan karena dinilai lebih ramah lingkungan dan mendukung upaya pelestarian budaya lokal di tengah meningkatnya penggunaan plastik sekali pakai.
(*)
| Penampakan Sapi Kurban Prabowo di Klaten, Ukuran Jumbonya Bikin Sapi Lain Terlihat Kecil! |
|
|---|
| Idul Adha 2026, Presiden Prabowo Salurkan Sapi Kurban ke Sukoharjo, Bobotnya 850 Kilogram! |
|
|---|
| Jokowi Salat Id di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Jamaah Berebut Foto Bareng |
|
|---|
| Hendak Dikirim ke Solo Baru, Sapi Kurban Rp24 Juta Malah Lompat ke Sumur di Klaten, Akhirnya Mati |
|
|---|
| Truk Pengangkut Sapi Kurban Prabowo di Karanganyar Mogok : Dijadwalkan Tiba Sore, Baru Datang Malam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Proses-membuat-besek-bambu-oleh-ibu-ibu-di-DukuhDesa-Bero-Kecamatan-Trucuk-2.jpg)