Hari Lahir Pancasila
Hari Lahir Pancasila 1 Juni: Mengenang Jejak Sejarah di Monumen Perisai Pancasila Solo
Seiring berjalannya waktu, monumen sempat mengalami kerusakan akibat hantaman arus dan erosi Sungai Bengawan Solo.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan nilai kebangsaan. Di Solo, semangat itu tercermin melalui Monumen Perisai Pancasila di Pucangsawit, Jebres.
- Monumen dibangun pada 22 Oktober 1965 ini berdiri di lokasi penemuan korban konflik 1965 di tepian Bengawan Solo dan kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya.
- Selain menjadi tempat ziarah tahunan keluarga korban, kawasan monumen kini berfungsi sebagai ruang terbuka hijau sekaligus sarana edukasi sejarah.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk mengenang lahirnya dasar negara yang menjadi pemersatu bangsa.
Di Kota Solo, semangat menjaga nilai-nilai Pancasila tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan seremoni, tetapi juga tercermin dari keberadaan sebuah monumen bersejarah di tepi Sungai Bengawan Solo, yakni Monumen Perisai Pancasila.
Monumen yang berada di kawasan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, tersebut menjadi pengingat atas salah satu periode kelam dalam sejarah Indonesia, yakni peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S/PKI.
Baca juga: 5 Ide Ternak untuk Pemula, Modal Kecil Punya Prospek Bagus di Solo Raya
Keberadaannya tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada para korban, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dibangun Tak Lama Setelah Peristiwa 1965
Monumen Perisai Pancasila didirikan pada 22 Oktober 1965, hanya beberapa minggu setelah pecahnya peristiwa yang mengguncang Indonesia tersebut.
Pembangunan monumen digagas oleh Yayasan Dharma Pancasila (YDP) Surakarta sebagai bentuk penghormatan dan bela sungkawa terhadap warga yang menjadi korban konflik politik saat itu.
YDP sendiri didirikan oleh sejumlah tokoh masyarakat Surakarta, antara lain Toekodjo Martoarmojo, Badroen Broto Purwoko, H.S. Sumaryono, Maksum Hadisuwignyo, Sri Sadono, Jadiroen Warongkogoeno, dan Mardimin.
Para pendiri yayasan memiliki kepedulian besar terhadap perjuangan bangsa dan ingin memastikan peristiwa yang menelan korban jiwa tersebut tidak dilupakan oleh generasi berikutnya.
Baca juga: Jadwal KRL Solo–Jogja Senin 1 Juni 2026 : Ada Tambahan Perjalanan Hari Libur Nasional
Meski dibangun atas inisiatif yayasan swasta, keberadaan monumen mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Surakarta yang kemudian menetapkannya sebagai bangunan cagar budaya.
Berdiri di Lokasi Penemuan Korban
Monumen ini berdiri di lokasi yang dikenal sebagai Kedung Kopi, kawasan tepian Sungai Bengawan Solo yang memiliki nilai sejarah penting.
Menurut sejumlah catatan dan kesaksian, lokasi tersebut menjadi tempat ditemukannya sejumlah jenazah korban yang sebelumnya dilaporkan hilang pasca-konflik tahun 1965.
Mayat-mayat korban ditemukan pada 23 Oktober 1965 dalam kondisi mengenaskan di sekitar aliran Sungai Bengawan Solo.
Peristiwa itu kemudian menjadi salah satu alasan utama dibangunnya Monumen Perisai Pancasila sebagai penanda sejarah sekaligus bentuk penghormatan kepada para korban.
Dari kawasan Tugu Nol Kilometer Solo, lokasi monumen berjarak sekitar 2,9 kilometer atau dapat ditempuh sekitar tujuh menit menggunakan kendaraan bermotor.
Baca juga: Masih Misteri, Identitas Dua Kelompok yang Bentrok di Banyudono Boyolali
Sempat Rusak Akibat Erosi Sungai
| Di Tengah Isu Pemakzulan Wapres, Gibran Membungkuk Salami Try Sutrisno. Disaksikan Megawati |
|
|---|
| Ahmad Muzani Bocorkan Pertemuan Gibran-Megawati di Acara Hari Lahir Pancasila : Saling Bercanda |
|
|---|
| Kumpulan Ucapan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2023, Bisa Buat Status atau Kirim ke Grup WhatsApp |
|
|---|
| Kumpulan Kata Bijak Soekarno Bertema Pancasila, Cocok Buat Update Status di Hari Lahir Pancasila |
|
|---|
| Mengenang Soekarno sebagai Pencetus Ide Pancasila, Intip Kuliner Khas Solo Favorit Presiden Pertama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Monumen-Perisai-Pancasila-Kedung-Kopi-Pucangsawit.jpg)