Hari Lahir Pancasila
Hari Lahir Pancasila 1 Juni: Mengenang Peran dr Radjiman Wedyodiningrat yang Namanya Abadi di Solo
dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat lahir di Yogyakarta pada 21 April 1879, bertepatan hari kelahiran pahlawan emansipasi Indonesia, R.A. Kartini.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Dalam momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni, sosok Radjiman Wedyodiningrat layak dikenang karena pertanyaannya tentang dasar negara dalam sidang BPUPKI menjadi awal lahirnya Pancasila.
- Selain dokter yang mengabdi untuk kesehatan masyarakat dan Keraton Surakarta, Radjiman juga aktif di Boedi Oetomo dan menjadi Ketua BPUPKI pada 1945.
- Jasa Radjiman diabadikan menjadi Jalan Radjiman, salah satu jalan tertua di Solo, sementara warisan pemikirannya tetap hidup sebagai bagian penting sejarah Pancasila.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila, momentum bersejarah yang menandai lahirnya dasar negara Indonesia melalui pidato Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945.
Namun, di balik lahirnya gagasan Pancasila, terdapat sosok penting yang kerap luput dari perhatian publik.
Dialah dr. Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Radjiman Wedyodiningrat, tokoh yang memimpin sidang BPUPKI dan mengajukan pertanyaan fundamental yang kemudian melahirkan konsep dasar negara Indonesia.
Baca juga: Hari Lahir Pancasila 1 Juni: Mengenang Jejak Sejarah di Monumen Perisai Pancasila Solo
Melalui pertanyaan sederhana namun bersejarah, Radjiman membuka jalan bagi lahirnya Pancasila yang hingga kini menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sosok Dokter yang Menjadi Tokoh Bangsa
dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat lahir di Yogyakarta pada 21 April 1879, bertepatan dengan hari kelahiran pahlawan emansipasi perempuan Indonesia, R.A. Kartini.
Lahir dari keluarga priyayi, Radjiman tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Ayahnya bernama Sutodrono, sedangkan ibunya memiliki darah keturunan Gorontalo.
Dalam perjalanan hidupnya, Radjiman mendapat dukungan besar dari pamannya, dr. Wahidin Soedirohoesodo, tokoh perintis kebangkitan nasional sekaligus pendiri organisasi Boedi Oetomo.
Baca juga: 5 Ide Ternak untuk Pemula, Modal Kecil Punya Prospek Bagus di Solo Raya
Berkat bantuan sang paman, Radjiman menempuh pendidikan di School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) di Batavia, sekolah kedokteran bagi pribumi pada masa Hindia Belanda.
Perjuangannya menempuh pendidikan tidak mudah.
Dalam berbagai catatan sejarah disebutkan bahwa saat kecil ia kerap mengikuti anak dr. Wahidin ke sekolah dan mendengarkan pelajaran dari luar kelas.
Ketekunan itu akhirnya membuat seorang guru Belanda mengizinkannya masuk dan mengikuti pendidikan secara resmi.
Kecerdasannya membawanya meraih gelar dokter di usia muda.
Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan studi ke berbagai negara seperti Belanda, Prancis, Inggris, hingga Amerika Serikat untuk memperdalam ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat.
Baca juga: Masih Misteri, Identitas Dua Kelompok yang Bentrok di Banyudono Boyolali
Mengabdi untuk Kesehatan Rakyat
| Hari Lahir Pancasila 1 Juni: Mengenang Jejak Sejarah di Monumen Perisai Pancasila Solo |
|
|---|
| Di Tengah Isu Pemakzulan Wapres, Gibran Membungkuk Salami Try Sutrisno. Disaksikan Megawati |
|
|---|
| Ahmad Muzani Bocorkan Pertemuan Gibran-Megawati di Acara Hari Lahir Pancasila : Saling Bercanda |
|
|---|
| Kumpulan Ucapan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2023, Bisa Buat Status atau Kirim ke Grup WhatsApp |
|
|---|
| Kumpulan Kata Bijak Soekarno Bertema Pancasila, Cocok Buat Update Status di Hari Lahir Pancasila |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Potret-Radjiman-Wedyodiningrat.jpg)