Techno

Telkomsel Siap Cerahkan Literasi AI Generasi Muda, Menuju Indonesia Emas 2045!

Secara kumulatif sejak 2016, Internet BAIK telah menjangkau lebih dari 41.069 pelajar di 1.484 sekolah, melibatkan lebih dari 9.553 guru

Tayang:
Dok. Istimewa/Dok. Telkomsel
Telkomsel resmi menutup rangkain kegiatan Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 yang bertema "Level Up The Future with AI” di SMK Negeri 8 Surakarta. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Telkomsel resmi menutup rangkain kegiatan Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 yang bertema "Level Up The Future with AI” di SMK Negeri 8 Surakarta.

Program tanggung jawab sosial tahunan milik Telkomsel yang telah berjalan sejak 2016 ini kembali hadir untuk membekali ribuan pelajar SMA/SMK dengan kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara kreatif, aman, dan produktif sesuai dengan prinsip BAIK (Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif).

IBFEST Series 10 menghadirkan tiga kegiatan utama yaitu AI Camp Training dengan tiga jalur kreativitas (Creativa, Syntech, dan Cyberlite); AI Workshop untuk siswa, guru, dan orang tua; serta diskusi inspiratif yang menghadirkan praktisi AI dan pegiat literasi digital. 

Baca juga: Telkomsel Hadir Temani Koneksi Jamaah Haji: Dari Embarkasi Hingga Tanah Suci

GM CSR Telkomsel, Andry P Santoso menyampaikan bawah “Inisiatif IBFEST ini sejalan dengan visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, serta Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak di Dunia Maya (PP TUNAS) untuk memastikan generasi muda terlindungi dan berkembang secara positif di era digital”.

Dalam kesempatan yang sama Rizki Ameliah, Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, menyampaikan:

 "Kami mengapresiasi konsistensi Telkomsel melalui Internet BAIK Festival dalam membekali generasi muda dengan keterampilan digital dan AI. Pemerintah berharap pelajar tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bertanggung jawab. Ini adalah langkah krusial untuk mencetak inovator yang berdampak positif bagi kemajuan bangsa.”

Tiga Jalur Pembelajaran Berbasis AI

IBFEST Series 10 membagi peserta ke dalam tiga jalur peminatan agar pembelajaran lebih fokus dan relevan:

  • Creativa (Seni Digital): Jalur bagi pelajar yang ingin mengeksplorasi seni dengan bantuan AI, seperti pembuatan musik, film pendek, poster bergerak, hingga cerita ilustrasi digital.
  • Syntech (Inovasi & Solusi): Fokus pada pengembangan solusi praktis untuk masalah sehari-hari. Pelajar diajak membuat aplikasi sederhana, mini-games edukatif, atau prototipe produk digital.
  • Cyberlite (Keamanan Digital): Jalur edukasi keamanan siber yang kreatif. Peserta diajak membuat konten kampanye seperti film pendek tentang bahaya deepfake, gerakan "Saring Before Sharing", atau poster edukasi anti-penipuan (anti-scam).

Edukasi Menyeluruh: Siswa, Guru, Orang Tua

Selain AI Camp Training, IBFEST juga menggelar AI Workshop yang disesuaikan dengan peran masing-masing peserta dalam ekosistem pendidikan:

  • Untuk Pelajar

Materi “Generative AI 101 dan Praktik Singkat AI Kreatif” mengajarkan cara untuk mengekspresikan ide secara etis dan kreatif.

  •  Untuk Guru

Mengangkat tema “AI in Education & Digital Safety: Membimbing Siswa di Era Cerdas Digital”, memperkuat peran guru sebagai mentor digital yang mampu mengintegrasikan AI dalam metode pengajaran di sekolah.

  • Untuk Orang Tua

Sesi “Safe & Smart Parenting di Era AI” memberikan panduan bagi orang tua untuk mendampingi anak berinternet secara aman dan memahami peran AI dalam kehidupan sehari-hari.

Satu Dekade Mencetak Agen Perubahan

Memasuki tahun ke-10, Internet BAIK terus mencatatkan dampak positif.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved