Wisata di Solo

Wisata Sejarah di Solo : Pasar Triwindu Punya Koleksi Barang Antik dan Spot Instagramable

Nama Triwindu sendiri berasal dari kata Jawa tri (tiga) dan windu (delapan tahun), melambangkan 24 tahun kepemimpinan sang raja.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribunnews.com/Mg/Pasar Triwindu Solo
PASAR TRIWINDU - Pengunjung memasuki pintu masuk Pasar Triwindu Solo pada Selasa (15/7/2025). Pasar Triwindu Solo masuk dalam daftar rekomendasi wisata di Solo, Jawa Tengah. (Foto: Mg/Pasar Triwindu Solo). 

Pasar Triwindu menawarkan koleksi yang beragam. Pengunjung bisa menemukan:

  • Perabot rumah tangga: meja, kursi, lemari, lampu kristal
  • Koleksi uang dan perangko: koin dan uang kertas dari abad 19 hingga masa kolonial
  • Barang seni dan budaya: keris, wayang kulit, patung, topeng, lukisan
  • Kain batik dan kebaya lawas: baik baru maupun bekas
  • Perlengkapan vintage: radio, mesin ketik, lampu antik

Harga bervariasi, mulai dari ribuan hingga puluhan juta rupiah, tergantung usia, kelangkaan, dan kondisi barang. Pengunjung dianjurkan menawar dengan bijak.

Baca juga: Ide Tempat Wisata di Boyolali yang Bisa Dikunjungi Bareng Keluarga, Cukup Bayar Parkir Saja

Jam Operasional dan Tips Berkunjung

Pasar buka setiap hari pukul 09.00–16.00 WIB, termasuk hari libur nasional.

Beberapa pedagang tetap melayani hingga sore.

Tips berkunjung:

  • Datang pagi untuk koleksi lengkap dan suasana lebih tenang
  • Bawa uang tunai karena sebagian pedagang belum menyediakan metode non-tunai
  • Periksa kondisi dan keaslian barang sebelum membeli
  • Jangan ragu menawar, tetapi tetap hormati pedagang

Tips Foto dan Konten

Pasar Triwindu memiliki banyak sudut estetik untuk berfoto.

Namun, pengunjung wajib meminta izin pedagang sebelum memotret.

Untuk vlog atau konten komersial, pengunjung bisa mendaftar di meja resepsionis dan mendapat kartu izin khusus, dengan tarif sukarela untuk menjaga keamanan barang.

Destinasi Sekitar Pasar

Pasar Antik Triwindu dekat dengan berbagai destinasi wisata Solo:

  • Pura Mangkunegaran (300 m) – Istana bersejarah dengan museum dan atraksi budaya
  • Soto Triwindu (200 m) – Soto daging sapi khas Solo, harga Rp17.000/porsi
  • New Ice Cream Tentrem (150 m) – Es krim tradisional Solo sejak 1952
  • Pasar Gede Hardjonagoro (1,3 km) – Pasar tradisional lengkap dengan kuliner lokal
  • Kampung Batik Kauman (850 m) – Sentra batik dengan pengalaman membatik dan berbelanja batik

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved