Kuliner Tawangmangu

Info Jajanan Enak di Pasar Tawangmangu Karanganyar, Harga Muriah Meriah Tak Cuma Molen

Tak sedikit wisatawan yang membeli jadah dan wajik dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada keluarga atau kerabat di rumah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
PENJUAL GORENGAN - Pedagang gorengan dan molen di kawasan wisata Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (24/3/2026). 

Banyak wisatawan membeli molen mini untuk dinikmati langsung atau dijadikan teman minum teh hangat.

3. Sego Gablok, Kuliner Hangat Favorit Wisatawan

Di sore hari, kawasan depan Pasar Tawangmangu menjadi tempat berburu sego gablok.

Kuliner ini berupa nasi uduk yang dimasak ulang dengan cara dikukus dan dibungkus daun pisang, sehingga aromanya semakin harum.

Sego gablok biasanya disajikan dengan gadon, yakni daging ayam cincang yang dicampur telur dan santan berbumbu. Alternatif lainnya adalah bongko, pepes dari kacang tunggak atau kacang tolo.

Dengan harga sekitar Rp6.000 per porsi, sego gablok menjadi pilihan favorit untuk menghangatkan badan di tengah sejuknya udara Tawangmangu.

4. Sagon, Camilan Khas Rasa Kelapa

Bagi pencinta jajanan tradisional kering, sagon menjadi kuliner yang tak boleh dilewatkan.

Kue berbahan dasar kelapa ini memiliki rasa khas perpaduan manis dan gurih.

Penjual sagon biasanya mangkal di sekitar pintu masuk Pasar Tawangmangu, dekat tangga menuju lantai atas.

Banyak wisatawan membeli sagon sebagai oleh-oleh karena tahan lama dan mudah dibawa.

5. Jadah dan Wajik, Oleh-oleh Khas Tawangmangu

KULINER LEGEND SOLO : Tampilan Wajik di Pasar Ramadan kawasan Masjid Al-Fatah Ambon, Rabu (6/4/2022). Wajik juga merupakan kuliner legendaris Solo Raya, begini sejarahnya.
KULINER LEGEND SOLO : Tampilan Wajik, jajanan khas Solo Raya, Rabu (6/4/2022). Wajik juga merupakan kuliner legendaris Solo Raya. (TribunAmbon.com/Fandi)

Jadah dan wajik menjadi dua kuliner berbahan ketan yang paling mudah ditemukan di Pasar Tawangmangu.

Teksturnya legit dengan cita rasa manis yang khas, membuat keduanya sering dijadikan buah tangan setelah berwisata.

Tak sedikit wisatawan yang membeli jadah dan wajik dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada keluarga atau kerabat di rumah.

Kedua jajanan ini juga cocok dinikmati bersama teh panas di tengah udara dingin pegunungan.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved