Kembangkan Riset Seni Wayang Beber Pacitan, ISI Surakarta Hadirkan Dalang dan Seniman di Kuliah Umum

Kuliah umum digelar di Ruang Animasi Digital Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) ISI Surakarta Kampus Mojosongo, pada Rabu (17/10/2018) sore.

Kembangkan Riset Seni Wayang Beber Pacitan, ISI Surakarta Hadirkan Dalang dan Seniman di Kuliah Umum
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Kuliah umum wayang beber di Ruang Animasi Digital Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) ISI Surakarta Kampus Mojosongo, pada Rabu (17/10/2018) sore. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kuliah umum digelar di Ruang Animasi Digital Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) ISI Surakarta Kampus Mojosongo, pada Rabu (17/10/2018) sore.

Kegiatan bertujuan untuk menggali ilmu pengetahuan karya wayang beber.

Kuliah Umum bertajuk "Wayang Beber sebagai Sumber Ide Karya Desain" ini menghadirkan narasumber seorang guru dan dalang wayang beber Pacitan, Rudhi Prasetyo.

SMP Al Abidin Solo Adakan Latihan Penyelamatan Diri ketika Gempa

Sebanyak 80 mahasiswa dari Prodi DKV pun mengikuti kuliah umum tersebut.

Dalam pemaparannya, Rudhi menjelaskan seputar kondisi wayang beber.

Mulai dari roses pengerjaan lukis wayang beber, karakter tokoh wayang, dan pengalaman seni pertunjukan wayang sebagai dalang wayang beber satu-satunya di Pacitan.

Ia juga membawa karya lukis wayang beber berbahan kertas sak semen.

Dosen DKV, Basnendar H, mengatakan, kuliah umum merupakan bagian dari proses eksperimentasi dari penelitian multi tahun dalam penelitian, penciptaan dan penyajian seni.

Seminar, kata dia, juga sebagai bahan riset berjudul Penciptaan Teknologi Media Audiovisual Pementasan Wayang Beber Sebagai Upaya Pelestarian Seni Tradisi di Kabupaten Pacitan.

"Di antaranya digarap oleh tim peneliti dari ISI Solo, yaitu Dr. Bagong Pujiono, Dr. Siti Supeni, san saya sendiri," jelasnya.

Pentingnya Indentitas Kampung dalam Pembangunan Kota

Dijelaskannya, riset diharapkan akan memberi solusi terhadap kelangsungan seni tradisi wayang beber dengan penyajian media audiovisual atau animasi.

Lebih rincinya, ujar Basnendar, bertujuan menciptakan karakter animasi alternatif tokoh cerita Panji Jaka Kembang Kuning. (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved