Pemilu 2019

Ketua KPU Sukoharjo Berharap Tingkat Partisipasi Pemilih Muda Meningkat

Ketua KPU Sukoharjo, Nuril Huda, mengatakan, tingkat partisipasi pemilih muda bisa meningkat berkat pendidikan politik seperti ini.

Ketua KPU Sukoharjo Berharap Tingkat Partisipasi Pemilih Muda Meningkat
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
KPU Sukoharjo, Bawaslu Sukoharjo, Perwakilan DPD Golkar Sukoharjo, dan dosen Fisip UGM mengisi Sosialisasi Pendidikan Politik di Kantor DPD Golkar Sukoharjo, Kamis (27/12/2018). 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sukoharjo menggelar Sosialisasi Pendidikan Politik untuk Pemilih Muda.

Pantauan TribunSolo.com, sosialisasi digelar di Kantor DPD Golkar, Kamis (27/12/2018), menghadirkan pembicara dari KPU Sukoharjo, Bawaslu Sukoharjo, Perwakilan DPD Golkar Sukoharjo, dan dosen Fisip UGM.

Ketua KPU Sukoharjo, Nuril Huda, mengatakan, tingkat partisipasi pemilih muda bisa meningkat berkat pendidikan politik seperti ini.

"Pemilih muda bisa dijadikan sasaran untuk kampanye para peserta pemilu," katanya.

KPU Sulbar Uji Kekuatan Kotak Suara Kardus, Kali Ini Dilempar ke Laut

"Salah satu caranya dengan pendidikan politik seperti ini."

"Hal ini juga akan meningkatkan partisipasi pemilih muda dalam Pemilu 2019 mendatang," ujar dia.

Nuril mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi untuk meningkatan partisipasi pemilih muda dengan program KPU Goes to School dan KPU Goes to Campus.

Melihat potensi ini, salah satu caleg dari Partai Golkar Dina Hidayana menyatakan akan menyasar kalangan muda dalam kampanyenya.

KPU Sukoharjo Temukan 3.398 Pemilih Ganda

"Kami menekankan dahulu untuk para pemilih muda ikut berpatisipasi dalam Pemilu dan memilih pemimpin yang tepat," ucap Dina.

Selain itu, Dina juga menegaskan bahwa money politics adalah musuh bersama, sehingga mentalitas para pemilih muda harus dibangun supaya tidak terjebak dalam politik uang.

Dina mengatakan memiliki strategi tertentu untuk menarik simpatisan muda yang diberikan nama serangan udara dan serangan darat.

Tidak Kunjung Mendapat Gudang Logistik, KPUD Sukoharjo Khawatir Ancaman Banjir

Serangan udara dimaksud adalah sosialisasi atau kampanye melalui sosial media.

Sedangkan serangan darat adalah bertemu langsung dengan para pemilih muda untuk mendengarkan suara mereka. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved