Keluarga Akui Tak Tahu soal Aktivitas Menyimpang Terduga Teroris yang Ditangkap di Kartasura
Istri dan mertua terduga teroris berinisial A (25) mengaku tidak mengetahui jika suami atau menantunya ikut terlibat dalam jaringan kelompok teroris.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Istri dan mertua terduga teroris berinisial A (25) mengaku tidak mengetahui jika suami atau menantunya ikut terlibat dalam jaringan kelompok teroris.
Hal itu diungkapkan Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, saat ditemui di Mapolres Sukoharjo, Rabu (15/5/2019).
"Mertua dan istrinya tidak mengetahui jika yang bersangkutan diduga terkait dalam organisasi terorisme," katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan tetangga A di Gumpang, Kartasura, Sukoharjo.
• Kapolres Sukoharjo Membenarkan Adanya Penangkapan Terduga Teroris di Kartasura
"Secara kemasyarakatan tidak banyak berbaur dengan masyarakat, dia tadinya bekerja sebagai driver ojek online, dan ada pekerjaan lain yang ditekuni, sehingga tidak begitu sering berbaur dengan masyarakat."
"Namun yang bersangkutan merupakan sosok yang familiar dan masyarakat tidak pernah mengetahui jika yang bersangkutan menunjukan tanda-tanda mencurigakan seperti kegiatan-kegiatan yang mengarah pada terorisme," katanya.
Terduga teroris tersebut diketahui baru membeli rumah di kawasan perumahan di Desa Gumpang, Kartasura, sekitar 6 bulan lalu.
Selama dia pindah ke wilayah tersebut, tetangga tidak pernah megetahui jika A mengikuti aktivitas terkait kegiatan terorisme.
• Terduga Teroris di Nganjuk Ditangkap Densus 88 saat Beli Pulsa
A sendiri ditangkap Densus 88 pada Selasa (14/5/2019) sekitar pukul 05.00 WIB, seusai dirinya menjalankan salat Subuh di Musala Al - A'rof yang berada di belakang rumahnya.
"Selanjutnya kasus ini ditangani Densus 88, kami satuan kewilayahan hanya mem-backup, untuk detailnya itu kewenangan Densus 88," imbuhnya. (*)
