Peringatan Hari Kebangkitan Nasional
Tugu Lilin di Penumping Jadi Panggung Tari Pembuka Upacara Harkitnas
Sebanyak 10 orang penari dari Seniman Remaja Sriwedari (Senjasri) membawakan tarian selama tujuh menit.
Penulis: Bayu Ardi Isnanto | Editor: Junianto Setyadi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Bayu Ardi Isnanto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tari Wirada Wirutama menjadi suguhan pembuka dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Solo, Jateng.
Tarian tersebut menjadi menarik karena disajikan di atas Tugu Kebangkitan Nasional, yang dikenal sebagai Tugu Lilin, di kasawan Penumping, tepatnya di persimpangan antara Jl Wahidin Sudiro Husodo dan Jl Kebangkitan Nasional.
Sebanyak 10 orang penari dari Seniman Remaja Sriwedari (Senjasri) membawakan tarian selama tujuh menit.
Menurut koordinator pentas, Benedictus Billy Aldi Kusuma, tarian yang mereka bawakan adalah karya baru.
"Meski karya baru, kami tetap mempertahankan gerakan-gerakan tradisi, seperti sabetan dan lumaksono," kata Billy seusai upacara, Jumat (20/5/2016) pagi.
Musik pendukung merupakan kombinasi gamelan dan alat musik modern, misalnya saksofon.
Dengan membawa gendewa atau panah, dan cundrik atau keris yang kecil, Srikandi menjadi tokoh utama dalam tari pembuka itu.
Sesuai dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Srikandi diwujudkan sebagai simbol prajurit yang selalu siap mengamankan negara.
Seusai tarian, upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional pun dimulai. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/tugu-lilin_20160520_095531.jpg)