Makan Bergizi Gratis
BGN Minta Bangun Dapur MBG di Kampus, UNS Solo : Belum Ada Arahan Resmi
UNS menyebut belum ada arahan soal mambangun dapur MBG. Mereka tidak mau berandai-andai.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- UNS Solo menyatakan belum menerima arahan resmi dari BGN terkait permintaan kampus membangun dapur MBG, sehingga belum bisa memberi banyak komentar.
- UNS menegaskan akan mengikuti kebijakan jika sudah ada aturan resmi, karena lembaga bekerja berdasarkan regulasi yang mengikat.
- Kepala BGN sebelumnya meminta kampus ikut mendukung program makan bergizi gratis saat kunjungan kerja di Makassar.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menanggapi arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN) agar setiap kampus membangun dapur makan bergizi gratis (MBG).
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Kepala BGN Dadan Hidayadana meminta agar kampus juga ikut mendukung program kerja Presiden RI Prabowo Subianto, yakni makan bergizi gratis.
Menanggapi permintaan BGN tersebut, Juru Bicara UNS Solo, Agus Riewanto, menerangkan bahwa sampai saat ini belum ada arahan secara resmi kepada pihaknya.
Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa pihaknya belum bisa berkomentar banyak terkait adanya permintaan kampus ikut mendirikan dapur MBG.
"Pada prinsipnya hari ini kita belum bisa berkomentar karena belum mendapatkan surat resminya. Karena lembaga negara itu basis bekerjanya berdasarkan pada aturan yang ada. Dan selama ini belum ada (arahan membangun dapur MBG)," ungkap Agus saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Rabu (6/5/2026).
"Jadi kami pada prinsipnya bekerja berdasarkan peraturan perundang-undangan. Sejauh belum ada peraturan yang mengikat itu, kami belum bisa banyak berkomentar," lanjutnya.
Tak Mau Berandai-andai
Sementara itu, saat ditanya apabila permintaan Kepala BGN tersebut dituangkan dalam peraturan dan diwajibkan, Agus menegaskan bahwa pihaknya masih enggan berandai-andai.
Agus kembali menegaskan bahwa terkait kesiapan UNS dengan permintaan BGN untuk membangun dapur MBG tersebut, pihaknya memilih untuk menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.
"Tentu kita akan melihat dulu, wait and see seperti apa kebijakan pemerintah itu. Karena pada dasarnya semua kebijakan disesuaikan dengan kemampuan dan juga ketepatan sasaran dari program yang dibuat oleh pemerintah," tegas Agus.
Baca juga: S1 Kedokteran & Psikologi Tergeser dari 5 Besar! Jurusan D4 Jadi Favorit Peserta UTBK 2026 UNS Solo
"Dan sepanjang yang kami lakukan, kami belum bisa berkomentar banyak terkait hal itu," pungkasnya.
Sebagai informasi, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hidayadana melontarkan pernyataan terkait permintaan agar kampus-kampus juga ikut membangun dapur MBG.
Pernyataan tersebut dilontarkan Dadan di sela kunjungan kerjanya di Makassar pada 29 April 2026 lalu. (*)
| Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis di Bogor Jadi KLB, BPOM Soroti Tata Kelola Penyimpanan Bahan |
|
|---|
| Alasan SMK di Jogja Ini Ogah Lanjutkan MBG: Makanan Tak Layak Konsumsi, Staf Keuangan Ngurus Piring |
|
|---|
| SMK di Yogyakarta Ini Ogah Lanjutkan MBG: Siswa Trauma Kondisi Makanan, Staf Keuangan Ngurus Piring |
|
|---|
| Koperasi Susu Boyolali Wacanakan Pembangunan Pabrik Pengolahan untuk Suplai Kebutuhan Program MBG |
|
|---|
| Ibu Hamil dan Menyusui juga Dapat Makan Bergizi Gratis, Simak Cara Mendapatkannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Potret-Gedung-UNS-Tower-Universitas-Sebelas-Maret-2026.jpg)