Guru Bahasa Jawa SMPN 8 Solo Ini Ingatkan Pentingnya Tradisi Bancakan Weton

Bacakan weton atau syukuran hari lahir sekarang ini sudah mulai pudar.

Tayang:
Penulis: Labibzamani | Editor: Junianto Setyadi
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Nasi bancakan weton yang terdiri nasi urap (gudangan), telur rebus, dan jajan pasar. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Bacakan weton atau syukuran hari lahir, sekarang ini sudah mulai pudar.

Bahkan, perhatian pemerintah terhadap tradisi ini pun sudah mulai berkurang.

Padahal tradisi yang sudah dilakukan warga masyarakat secara turun-temurun ini merupakan kekayaan budaya dan kesenian yang dimiliki Indonesia.

Namun bangsa (Indonesia) sudah mulai meninggalkan budaya yang dimiliki itu.

Menurut Guru Bahasa Jawa SMPN 8 Surakarta, Dra Sri Suprapti, sudah saatnya pemerintah kembali melestarikan tradisi bancakan weton.

Karena tradisi bancakan weton sampai saat ini masih ada, walaupun sudah jarang yang melakukannya.

Tradisi bancakan weton merupakan budaya yang dilakukan oleh masyarakat dari berbagai agama dan kepercayaan.

Sebagian masyarakat masih melakukan budaya bancakan weton, bahkan dari berbagai agama baik itu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha.

Seperti dalam masyarakat Jawa, dikisahkan seorang sahabat tentang bagaimana sang ibu selalu mengusahakan membuat bancakan weton sedari kecil sampai akil balig.

Persepsi tentang wacana yang menyatakan bahwa bancakan weton tidak sesuai dengan ajaran agama, tidak sepenuhnya ditaati masyarakat.

Kota Surakarta (Solo) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan Jawa.

Dibuktikan dengan adanya dua pusat peradaban kebudayaan Jawa yang masih bisa dilihat, yakni Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran.

Perkembangan kebudayaan menjadi sangat pesat, di samping terus bergeraknya arah peradaban menuju modernisasi dan globalisasi.

Masih ada sisa tradisi budaya yang masih diuri-uri oleh sebagian masyarakat di Surakarta.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved