Kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Solo, Kinerja Tim Sapu Lubang Kurang Gesit

"Tim sapu lubang kurang tanggap, ketika sudah jatuh korban mereka baru bekerja," ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/3/2017).

Penulis: Putradi Pamungkas | Editor: Daryono
TRIBUNSOLO.COM/PUTRADI PAMUNGKAS
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Surakarta, Supriyanto saat ditemui wartawan, Rabu (22/3/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Putradi Pamungkas

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Surakarta, Supriyanto menilai tim sapu lubang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) kurang gesit dalam memperbaiki kerusakan ruas jalan.

Mereka dianggap kurang tanggap untuk memastikan kerusakan jalan segera dapat teratasi.

Umumnya, mereka baru bekerja ketika kerusakan jalan mulai menimbulkan korban jiwa.

"Tim sapu lubang kurang tanggap, ketika sudah jatuh korban mereka baru bekerja," ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/3/2017).

Supriyanto yang komisinya membidangi pengawasan infrastruktur itu mengatakan, tim sapu lubang dibekali anggaran sekitar Rp 500 juta untuk memperbaiki jalan kota sepanjang tahun.

Seharusnya, mereka bekerja berdasarkan survey kondisi lapangan.

Apalagi, pendataan kondisi jalan tersebut juga didukung oleh Satlantas Polresta Surakarta.

"Satlantas memberi rekomendasi, seharusnya jangan menunggu situasi semakin memburuk, langsung bekerja sesuai hasil survey," sebutnya.

Apalagi, kondisi cuaca beberapa waktu belakangan kurang bersahabat.

Hujan deras berpotensi memberi dampak pada kondisi jalan.

"Pemantauan harus semakin intens dilakukan," kata politikus Partai Demokrat itu. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved