Kontroversi Pasar Klewer Solo
Jelang Peresmian Pasar Klewer, Wali Kota Solo Masih Temukan Keramik Pecah
Rudy, sapaan akrab Wali Kota, datang bersama Sekretaris Daerah Solo, Budi Yulistianto, sekitar pukul 09.00 WIB.
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, meninjau bangunan baru Pasar Klewer, pada Senin (17/4/2017).
Rudy, sapaan akrab Wali Kota, datang bersama Sekretaris Daerah Solo, Budi Yulistianto, sekitar pukul 09.00 WIB.
Berdampingan, keduanya ditemani oleh Lurah Pasar Klewer, Edi Murdiarso, dan petugas pasar lain.
Peninjauan dilakukan sebagai persiapan pasar jelang diresmikan pada Jumat (21/4/2017) mendatang.
Rudy mengatakan, masih ada beberapa perbaikan yang harus diperbaiki jelang diresmikan.
"Ada keramik pecah, seiring waktu nanti diperbaiki selama masa pemeliharaan pasar," ungkapnya.
Wali Kota mengungkapkan, bangunan Pasar Klewer dibangun dan dipersiapkan gratis untuk pedagang sejak terbakar akhir 2014 lalu.
"Semuanya gratis diberikan kepada pedagang, maka wajib mensyukuri dan merawat pasar dengan baik," terangnya.
Seperti halnya sejumlah pedagang pedagang kios yang mengeluhkan adanya pilar di dalam kios.
Sementara itu, Lurah Pasar Klewer, Edi, menerangkan, saat ini pedagang tengah memindah dagangan dari pasar sementara di Alun-alun Utara ke Pasar Klewer.
"Mereka (pedagang) tengah sibuk men-display kios masing-masing hingga 20 April (2017), kemudian pasar diresmikan 21 Aprill," ungkap Edi.
Adapun peresmian pasar akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.
Selain itu juga akan diadakan pesta rakyat selama dua hari seprrti kirab, pertunjukkan wayang, hingga doa bersama. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/wali-kota-tinjau-bangunan-pasar-klewer_20170417_155359.jpg)