Bikin Ketagihan, Lezatnya Becek Kerbau Yanto Ganjar di Grobogan
Di sejumlah pedesaan di wilayah Kabupaten Grobogan, becek menjadi jamuan yang lazim dihidangkan saat acara hajatan.
Bisnis kuliner ini digeluti oleh Yanto setelah ia memutuskan mundur sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta pada 2011.
Yanto yang hobi memasak sejak remaja itu selanjutnya beralih untuk menjajaki bisnis kuliner pada 2012.
Awalnya, Yanto berburu resep-resep masakan tradisional di pelosok-pelosok desa mulai dari Grobogan hingga Kudus.
Sampai akhirnya, ia memilih olahan daging kerbau mendominasi menu di tempat usahanya, di antaranya sate, soto, gule, tongseng dan becek.
Becek balungan kerbau dan iga kerbau pun menjadi suguhan andalan di warung sederhana milik Yanto.
Daging kerbau sendiri disasar Yanto lantaran masakan olahan kerbau jarang ditemui di Kabupaten Grobogan.
Daging kerbau sengaja diunggulkan untuk membedakan becek di warungnya dengan warung lain.
Dengan kata lain, ini merupakan strategi bisnis Yanto agar mudah dikenal masyarakat.
Terlebih lagi, Yanto meyakini daging kerbau lebih sehat disuguhkan karena minim Kolesterol dibandingkan daging sapi atau kambing.
Yanto menuturkan, racikan becek kerbau yang diolahnya tidak jauh berbeda dengan becek pada umumnya.
Hanya saja, ada bumbu rahasia yang membuat becek kerbau miliknya mengantongi tempat tersendiri di hati pelanggan.
Satu di antaranya dengan menambahkan "daun dayakan" sebagai pelengkap.
Daun dayakan diperoleh dari kawasan perhutanan di Kabupaten Grobogan.
"Bumbu becek seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, lengkuas, cabai, daun salam, daun kedondong, ditumbuk halus."
"Yang membedakan dengan becek lainnya, kami campurkan daun dayakan yang memang tumbuh subur di hutan Grobogan."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/becek-kerbau-yanto-ganjar_20170501_155722.jpg)