Polisi Akan Panggil Kontraktor Pembangunan Hotel di Gilingan, Solo, Terkait Jatuhnya Crane
Alhasil, tanah tidak kuat menahan tumpuan crane sehingga jatuh menimpa bagian dapur rumah milik warga sekitar proyek.
Penulis: Labibzamani | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Jatuhnya crane proyek pembangunan hotel di Kawasan Cinderejo Lor, Gilingan, Banjarsari, Solo, hingga Senin (16/10/2017) siang masih dalam penanganan Satreskrim Polresta Solo.
Rencananya, kontraktor proyek pembangunan hotel tersebut akan dipanggil guna pemeriksaan.
"Nanti kontraktor kita panggil bagaimana dulu perencanaan pembangunannya dan lain sebagainya," kata Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi di Mapolresta Solo, Senin.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) jatuhnya crane disebabkan karena kondisi tanah bergerak atau labil.
Baca: BREAKING NEWS: Manajemen Persis Solo Tunjuk Freddy Muli Tangani Tim
Tak hanya itu, lanjut Kasatreskrim, di samping tempat berdirinya crane tanahnya telah dilubangi guna pembangunan basement.
Alhasil, tanah tidak kuat menahan tumpuan crane sehingga jatuh menimpa bagian dapur rumah milik warga sekitar proyek.
"Dari keterangan saksi dua hari crane sudah miring," katanya.
Dari keterangan warga, kata Kasatreskrim, tanah di sekitar proyek pembangunan hotel juga mengalami retak.
Baca: Ini Pentingnya Melestarikan Makanan Tradisional Menurut Himaghita UNS Solo
Untuk diketahui kontraktor proyek pembangunan basement hotel adalah PT Surya Buana Perkasa (SBP).
Kepala keamanan PT SBP, Ayub Purwanto, mengatakan jatuhnya crane tersebut karena tanah yang digunakan untuk tumpuan longsor.
"Padahal Senin ini crane mau diperbaiki tetapi malah sudah jatuh duluan," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/satreskrim-polresta-solo_20171016_134711.jpg)