Tembok Ndalem Prabuwinatan Keraton Solo yang Ambrol Dibangun pada Era Pakubuwono X
"Robohnya tembok juga menimpa warung bebek goreng milik Totok, tapi untung saat itu tutup dan penjualnya sedang pergi," ujarnya.
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tembok Ndalem Prabuwinatan, kompleks Keraton Kasunanan Surakarta (Keraton Solo), roboh Senin (15/1/2018) malam.
Bangunan sepanjang sepuluh meter dan setinggi tiga meter di kompleks cagar budaya nasional itu kini rata dengan jalan.
Adik raja Paku Buwono XIII, GKR Wandansari Koes Moertiyah atau akrab disapa Gusti Moeng, menjelskan, tembok memang sudah rapuh termakan usia.
"Ini kira-kira dibangun sejak zaman PB X, dulunya adalah kompeks Sentral, tempat pembangkit listrik keraton," ujarnya Selasa (16/1/2018) pagi.
Baca: Mencicipi Sate Ambal, Sate Ayam Khas Kebumen dengan Sambal Berbahan Tempe
Ia menerangkan, ruang di balik tembok itu sudah lama tak difungsikan.
Sebelum 1985 sebagai ruang pembangkit listrik, namun setelah kebakaran keraton 1985 pusat embamgkit listrik dipindah di timur Gedong Kereta, sekitar 100 meter dari lokasi semula.
Kendati sudah terbilang tua, Moeng mengatakan, belum ada upaya renovasi maupun mengajukan renovasi kepada pemerintah sesuai dengan status bangunan sebagai Benda Cagar Budaya (BCB).
Namun, ia mengaku telah mengetahui bahwa tembok di barat garasi mobil PB XIII itu sudah retak.
Baca: Ingat Dosa Ayah dan Suami, Jadi Alasan Utama Artis Ini Mantap Berhijab
"Ini untung saja enggak memakan korban, untung enggak ada orang pas lagi jalan di sekitar tembok itu," kata dia.
Sementara Lurah Bakuwarti, Suhadi Wahono, menyatakan, tembok roboh sekitar pukul 19.15 WIB.
"Robohnya tembok juga menimpa warung bebek goreng milik Totok, tapi untung saat itu tutup dan penjualnya sedang pergi," ujarnya.
Suhadi pun telah mengetahui kondisi tembok sudah rapuh sedemikian rupa sejak beberapa tahun terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/tembok-keraton-solo_20180116_125021.jpg)