Tembok Ndalem Prabuwinatan Keraton Solo yang Ambrol Dibangun pada Era Pakubuwono X
"Robohnya tembok juga menimpa warung bebek goreng milik Totok, tapi untung saat itu tutup dan penjualnya sedang pergi," ujarnya.
Tayang:
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSHNA PRADIPHA
Petugas BPBD Solo, relawan, PMI Solo, tentara, dan warga kerja bakti membersihkan puing-puing tembok keraton, Selasa (16/1/2018) pagi.
Baca: Mantan Istri Menuntut Nafkah Rp 15 Juta Per Bulan, Andika Berusaha Memenuhi
Hanya saja, dia menunggu pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) untuk memberikan penanganan karena status tembok sebagai BCB.
"Warga sudah menyoroti tembok sudah rapuh, dan sudah agak miring akhir-akhir ini, tapi tak bisa berbuat apa-apa karena cagar budaya," ujarnya.
Pihaknya kini menunggu kedstangan BPCB yang kabarnya akan datang untuk meninjau lokasi kejadian dan merencanakan perbaikan tembok keraton. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/tembok-keraton-solo_20180116_125021.jpg)