Pemkot Solo Sebut Rencana Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Libatkan Berbagai Ormas Islam

"Semua tokoh yang dilibatkan tidak ada yang menyoal status tanah,” kata Sekretaris Daerah Kota Solo, Budi Yulistianto.

Tayang:
Penulis: Imam Saputro | Editor: Junianto Setyadi
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Gambar tanah ?yang akan digunakan sebagai Masjid Taman Sriwedari Solo (warna abu-abu).   

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemkot Solo mengklaim telah melibatkan berbagai organisasi massa Islam dalam susunan kepengurusan Pantia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari

“(Rencana) pembangunan ini dikaji sudah lama,” kata Sekretaris Daerah Kota Solo, Budi Yulistianto, di Balai Kota, Senin (29/1/2018).

"Dan di kepanitiaan kami mengajak berbagi ormas untuk duduk  di susunan kepanitiaan," ujarnya menegaskan.

“Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga ada, organisasi besar seperti NU, Muhammadiyah, MTA dan LDII."

Baca: DSKS Desak Wali Kota Solo Batalkan Pembangunan Masjid Taman Sriwedari

"Semua tokoh yang dilibatkan tidak ada yang menyoal status tanah,” kata Budi kepada sejumlah jurnalis, termasuk jurnalis TribunSolo.com.

Dalam prosesnya, ormas-ormas Islam itu diminta untuk memberikan pertimbangan dari berbagai sisi dalam proses pembangunan masjid.

“Dalam kepengurusan ada satu ketua, kemudian wakil ketua mewakili perangkat daerah dan organisasi Islam di Solo,” kata Ketua Panitia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari, Achmad Purnomo, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, mereka berperan dalam menentukan penyusunan konsep Masjid Taman Sriwedari.

Baca: Deklarasi Prabowo Capres 2019 Akan Dilakukan Saat Perayaan HUT Partai Gerindra?

 Dalam susunan panitia pembangunan masjid tertulis nama-nama yang mewakili ormas Islam di Solo.

Seperti Achmad Purnomo, wakil Wali Kota Solo, menjadi ketua umum.

Dia dibantu empat orang wakil ketua yakni Subari (Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah), Hilmi Ahmad Sakdilah (Ketua PCNU), Ahmad Sukina (Majlis Tafsir Alquran), dan M. Toyyibun (LDII). 

 Pemkot Solo menegaskan pembangunan Masjid Taman Sriwedari akan jalan terus di lahan yang sudah direncanakan, meski ada protes dari sebagian masyarakat.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved