Kaum Milenial Alami Kebotakan Lebih Cepat, Ini Alasannya
Menurut sebuah survei di Cina, orang muda berusia 20-an mulai mengalami kebotakan lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.
Nah, sayangnya banyak generasi X dan generasi milenial yang mengaku dirinya stres, baik karena kesepian atau terisolasi dari lingkungan sosial.
"Stres akan menyebabkan fase pertumbuhan secara lebih cepat."
"Akibatnya rambut akan rontok," kata ahli dermatologi Doris Day.
Biasanya rambut bertumbuh, berhenti, lalu akhirnya rontok.
Baca: Angela Lee dan Suami Ditahan di Mapolres Sleman, Ini Kasusnya
Tahapan itu disebut dengan anagen, catagen, telogen, dan fase exogen.
Fase pertumbuhan (anagen) pada kulit kepala berlangsung 2-6 minggu.
Setelah tumbuh, rambut masuk ke fase catagen singkat (beberapa hari) ketika folikel rambut mengecil.
Lalu diikuti dengan fase telogen saat rambut dalam kondisi stabil.
Baca: Sepatu Merek Triset Ini Diskon 50% di Matahari Hartono Mall Solo Baru
Akhirnya rambut masuk ke fase exogen saat helai demi helai rontok.
Proses tersebut terus berlangsung sehingga normal bagi kita jika mengalami kerontokan 50-100 rambut setiap hari.
Faktor pemicu kerontokan rambut lainnya adalah perawatan berlebihan, misalnya mewarnai atau bleaching.
Kedua hal itu membuat folikel rambut lemah sehingga mudah rontok. (Lusia Kus Anna)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Milenial Alami Kebotakan Lebih Cepat?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-rambut-rontok-dan-kebotakan_20180301_082545.jpg)