Pengusaha Solo Peraih Penghargaan Perdamaian PBB Ini Pernah Jadi Sopir Ambulans
Penghargaan ini diserahkan oleh Ban Ki-moon, diplomat asal Korea Selatan dan mantan Sekjen PBB, di sebuah acara di Korea Selatan.
Di sana ia mengaku nyaman karena merasa tak anggota yang membeda-bedakan ras dan golongan.
"Ada 1.500 anggota di sana, saya mendapat banyak jaringan," ujarnya.
Di Orari, pekerjaannya adalah memberitakan orang meninggal dunia dan juga menyopiri mobil ambulans Orari.
Suatu ketika, ia menceritakan, ada kecelakaan di Purwosari, Solo.
Baca: Status Tersangka Bikin Penampilan Lyra Virna Kuyu Banget
"Langsung saya berangkat dengan ambulans," katanya.
"Saya angkut lalu bawa ke RS dr Moewardi, di sana ditanya sama bagian administrasi ini yang bayar siapa."
"Saya bingung sekali karena masih SMA dan tak punya uang."
"Lalu senior saya di Orari bilang dirinya yang menanggung biaya."
Baca: Delapan Jalur Seleksi Penerimaan Anggota Polri Dibuka Serentak untuk Lulusan SMA/SMK, Cek di Sini!
"Saya salut sekali dan ingin seperti dirinya," kata Sumartono.
Sejak saat itu, ujar Sumartono, dirinya ikut organisasi sosial di Solo.
Hingga saat ini, ada lebih dari 10 organisasi sosial yang ia ikuti, termasuk PMI Solo dan Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS).
"Kita hidup di satu keluarga bernama Indonesia," ucapnya.
Baca: Hartanya Dituduh Berasal dari Kebohongan, Hotman Paris Hutapea Balas dengan Sindiran Pedas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/sumartono_20180329_081924.jpg)