Abdi Dalem Keraton Solo Berharap Bisa Kembali 'Nguri-Nguri Kabudayan' Lagi di dalam Keraton
Saptono mengatakan di dalam keraton terdapat 17 kotak wayang yang masing-masing berisi 300-an wayang.
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Abdi dalem Keraton Surakarta mengatakan pihaknya berharap bisa kembali nguri-nguri kabudayan dengan kembali bekerja di dalam keraton, Senin (9/4/2018) siang.
Hal tersebut diungkapkan salah satu abdi dalem Keraton Surakarta, Saptono Jati, kepada awak media.
"Harapan kami ya itu supaya bisa kembali nguri-nguri kabudayan yang ada di dalam keraton," katanya, Senin (9/4/2018) siang.
"Terlepas dari siapapun yang pegang, kalau misal kami tidak boleh lagi kerja tapi barang-barang yang ada di dalam ada yang merawat tidak apa," katanya.
Baca: Terkait Penutupan Akses Keraton Solo, Abdi Dalem Beberkan Pelanggaran Adat yang Dilakukan Sinuhun
Seperti diketahui, sejak 15 April 2018 lalu hingga saat ini akses keraton ditutup bagi abdi dalem.
Pihaknya membeberkan fakta bahwa sejak keraton dikunci, tidak ada yang merawat pusaka dan barang-barang peninggalan yang ada di dalam.
Padahal tujuan abdi dalem selama ini bekerja di dalam keraton semata-mata hanya untuk nguri-nguri budaya.
"Padahal barang-barang tersebut tidak hanya memiliki sejarah namun juga nilai seni tinggi," katanya.
Baca: Pemakaman Tokoh Pramuka Solo, Ponk Soetarno, Dihadiri oleh Wali Kota Solo dan Wakilnya
Saptono mengatakan di dalam keraton terdapat 17 kotak wayang yang masing-masing berisi 300-an wayang.
Belum lagi naskah kuno yang ada di perpustakaan.
Meski secara pribadi pihaknya khawatir namun tidak ada yang bisa dilakukan abdi dalem.
Pasalnya sampai saat ini mereka tidak lagi diizinkan untuk masuk ke dalam keraton apalagi untuk melakukan pekerjaannya sehari-hari. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kirim-doa-untuk-pb-xiii_20170407_193928.jpg)