Astana Giri Bangun, Makam yang Menyimpan Cerita Menarik saat Pemakaman Soeharto
Dalam proses pemakamannya, ada sepenggal cerita menarik yang datang dari penjaga makam keluarga Soeharto, Sukirno.
Penulis: rika apriyanti | Editor: rika apriyanti
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rika Apriyanti
TRIBUNSOLO.COM- Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan beredarnya foto seseorang yang mirip dengan almarhum Soeharto di sosial media.
Pria tersebut tertangkap kamera netizen saat berada di dalam KRL.
Namun akhirnya sosok pria tersebut terungkap.
Seperti diberitakan sebelumnya di TribunSolo.com, pria tersebut diketahui bernama Koeswali.
Putri Soeharto, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto pun memberikan tanggapan mengenai viralnya foto laki-laki tersebut.
Baca: Ada Mesin Pemesan Taksi di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Begini Cara Menggunakannya
Titiek menganggap viralnya foto itu menandakan kerinduan masyarakat pada bapaknya.
"Kalau orang enggak suka pak Soeharto begitu dapat, ah delete aja, tapi ini kan diforward ke seluruh tanah air."
"Jadi ini buat kami lihatnya wah banyak yang rindu pak harto sampe foto orang yang mirip beliau diviralkan," katanya, dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com.
Sebagai informasi, Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto meninggal pada 27 Januari 2008.
Almarhum Soeharto kemudian dimakamkan di Astana Giri Bangun, Karanganyar, Jawa Tengah.
Meskipun Soeharto berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, namun sebelum meninggal ia sudah berpesan di mana ia harus dimakamkan.
Baca: Ternyata Ini Identitas Pria di Kereta yang Mirip Almarhum Soeharto, Lihat Foto Tampak Depannya
Dalam proses pemakamannya, ada sepenggal cerita menarik yang datang dari penjaga makam keluarga Soeharto, Sukirno.
Dilansir TribunSolo.com dari Tribun Timur, Sukirno menceritakan sebuah peristiwa aneh yang terjadi kala makam Soeharto pertama kali digali.
"Hantaman linggis yang pertama menghujam, disusul hantaman yang kedua. Tepat pada hantaman linggis yang ketiga tiba-tiba duarrrrrr. Terdengar suara ledakan yang sangat keras bergema di atas kepala kami," tutur Sukirno dalam buku 'Pak Harto Untold Stories' halaman 344.