Isu Ikan Sarden Mengandung Logam Berat Muncul Lagi, Begini Penjelasan KKP
Masyarakat Indoensia kembali dihebohkan dengan kabar Ikan Sarden mengandung logam berat mirip telur.
Penulis: rika apriyanti | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rika Apriyanti
TRIBUNSOLO.COM- Masyarakat Indoensia kembali dihebohkan dengan kabar Ikan Sarden mengandung logam berat mirip telur.
Mendengar berita ini, Kementerian Kelaluan dan Perikanan pun langsung menyatakan bahwa berita itu Hoax.
• Sempat Mesra dengan Seorang Polisi, Vanessa Angel Kini Mengaku Tak Punya Pacar
Melalui tulisan terbarunya di akun sosial media Twitter, @kkpgoid memberikan klarifikasi mengenai kabar tersebut.
Jenis ikan sarden/sardin yang ramai diberitakan itu bukan di Indonesia dan bukan berasal dari perairan Indonesia.
Ikan sarden jenis tersebut diketahui berasal dari kelompok Family Clupeidae.
Namun secara morfologis tidak mirip dengan ikan Siro (Amblygaster sirm) maupun ikan Lemuru (Sardinella lemuru) yang terdapat di Indonesia, yang menjadi bahan sarden kalengan atau ikan asin.
• Sakit, 2 Calon Haji Asal Sleman dan Gunungkidul Dirawat di RSAU Lanud Adi Soemarmo
Dalam unggahannya tersebut, KKP juga menandai akun Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Sebelumnya isu mengenai ikan sardin yang mengandung logam berat sempat berhembus pada tahun 2017.
Dilansir TribunSolo.com dari Kompas.com, pada kasus ikan sarden yang ramai diberitakan pada tahun 2017, benda mirip telur atau kristal di dalam perut makanan ikan sardin kaleng yang dianggap tumor atau kanker berbahaya tersebut merupakan Glugea sardinellensis (sejenis protozoa).
Glugea mampu membuat sel-sel di sekelilingnya menyerupai bola untuk membentuk perisai.
Sel berbentuk telur ini dapat tumbuh hingga ukuran 1-18 milimeter yang disebut dengan Xenoma.
Di mana ikan tumbuh dalam kelompok besar, Glugea akan menyebar lebih banyak.
Parasit itu tidak menginfeksi pada manusia dan tidak berbahaya untuk dikonsumsi jika terlebih dahulu dibersihkan, dicuci, dan direbus dengan benar.
• Kantor Pelayanan SIM Polresta Solo Masih Menunggu Kiriman Material SIM dari Korlantas Polri
Glugea, imbuh Lily, sebenarnya bukanlah penyakit aneh, langka, atau pun berbahaya, sehingga tidak perlu dihindari.
Adapun ikan sarden di Indonesia umumnya dijual dalam bentuk kemasan kaleng dan sudah melalui tahap jaminan mutu dan keamanan pangan yang sangat ketat melalui sertifikasi SKP, HACCP, MD dan sekarang SPPT SNI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/jenis-ikan-sardensardin-yang-ramai-diberitakan_20180726_113711.jpg)