Suka Duka Jangkung, Penjual Sapi Kurban yang Mengaku Pernah Merugi Rp 11 Juta
Jangkung Budi Santoso (54), berprofesi sebagai blantik sapi sejak 30 tahun lalu.
Penulis: Fatikha Rizky Asteria N | Editor: Junianto Setyadi
Laporan wartawan Tribun-Video.com, Fatikha Rizky Asteria N
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Jangkung Budi Santoso (54) adalah seorang blantik sapi (penjual) asal Tinggen, Manjungan, Ngawen, Klaten.
Jangkung mengaku berprofesi sebagai blantik sapi sejak 30 tahun lalu.
Awalnya, ia hanya seorang yang bekerja serabutan.
"Awalnya mulai dari nol," ujarnya saat ditemui di pasar sapi Bonyokan, Jatinom, Klaten pada Kamis (9/8/2018).
• Ingat! Saat Hari Raya Kurban Dilarang Sembelih Sapi Betina Produktif
"Ya kerja, dulu serabutan," ucapnya kepada TribunSolo.com.
Kemudian terbesit keinginannya untuk berjualan sapi.
Hal ini dikarenakan orang tuanya juga berprofesi sebagai seorang blantik.
"Inginnya (dari) ikut orangtua, dulu pengusaha sapi," kata dia.
• Soal Gempa Lombok, Presiden Jokowi Tegaskan RI Belum Perlu Bantuan Asing
"Trah turun menurun, mewarisi anak," ujarnya.
Berawal dari blantik kecil, kini Jangkung bisa mengembangkan usaha orang tuanya menjadi lebih maju.
Saat ini Jangkung memiliki lebih dari 40 ekor sapi.
Bahkan setiap tahunnya ia bisa menjual sebanyak 60 ekor.
• Rudiyana Cetak Gol, Persis Solo Amankan Satu Poin di Riau
Mengurus banyak sapi tentunya menjadi hal yang tidak mudah bagi Jangkung.
Ia pernah mengalami kerugian hingga Rp11 juta karena sapi ogah makan hingga mati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/jangkung-budi-santoso_20180810_184803.jpg)