Suka Duka Jangkung, Penjual Sapi Kurban yang Mengaku Pernah Merugi Rp 11 Juta
Jangkung Budi Santoso (54), berprofesi sebagai blantik sapi sejak 30 tahun lalu.
Penulis: Fatikha Rizky Asteria N | Editor: Junianto Setyadi
"Wah, ya susah (mengurus sapi)," kata Jangkung.
"Senengnya kalau dapat hasil," ucapnya.
• Barbie Kumalasari Tak Lagi Main Sinetron, Ternyata Ini Bisnis Mentereng yang Diam-diam Ia Jalani
"Susahnya ya pas sapi gering (kurus dan sakit-sakitan), terus mati."
"Kemarin mati satu, gara-gara diare cuma tiga hari terus tak potong."
"Belinya Rp18 juta, laku Rp7 juta."
"Trrus sapi begitu melahirkan anaknya keluar terus mati karena belum waktunya lahir," katanya.
• Cucu Paku Buwono X Laporkan 8 Warga yang Diduga Palsukan Dokumen ke Polresta Solo
Selain kerugian tersebut, Jangkung pun pernah mendapat komplain dari pembeli.
"Komplainnya makannya kurang rosa (kurang banyak, Red)," ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, sapi-sapi milik Jangkung diberi perawatan dokter.
"(Kalau) makannya kurang bagus, juga langsung ke dokter sapi, dipacu," katanya.
• Dikabarkan Mundur dari Karma, Robby Purba Sindir Seseorang: Pilih Operasi Plastik Dibanding Syuting
Selain itu, ia juga memberikan jamu kepada hewan ternaknya itu.
"Jamu obat cacing tiga kali sekali, jamu kesehatan, suntik nafsu makan, vitamin, itu semua juga dari dokter," ucapnya.
Sapi-sapi Jangkung pun banyak dikirim ke luar kota.
"Kirim ke Jawa Barat, di Cikampek, Pupuk Kujang, itu sudah 27 tahun kirimnya, udah lama," kata dia.
"Ke Bogor juga (pernah kirim), tapi sekarang sudah enggak," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/jangkung-budi-santoso_20180810_184803.jpg)