Hari Batik dapat Dimanfaatkan untuk Terus Jaga Eksistensi Kota Solo sebagai Kota Batik
"Dan sebagai puncaknya akan ada kegiatan yang dipusatkan di Car Free Day (CFD) Solo, dan itu konsepnya masih kami bangun," katanya.
Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Daryono
Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2018 nanti diharapkan dapat menjadi momen untuk terus menjaga eksistensi Kota Solo sebagai pusat batik di Indonesia.
Hal tersebut dikatakan oleh Marketing Communication Area II Batik Danarhadi, Inou M H.
"Maka dari itu dalam rangka Hari Batik perlu ada konsep acara yang menarik dan berkarakter, sehingga Solo sebagai kota batik dapat terus terangkat," katanya kepada wartawan, Rabu (29/8/2018).
Untuk itu Batik Danarhadi pun berupaya untuk memeriahkan Hari Batik tersebut dengan beberapa program.
• Kota Surakarta Cerah Berawan, Berikut Prakiraan Cuaca Solo Raya Kamis Ini
Di antaranya adalah diskon khusus mulai akhir September 2018 nanti.
Diskon spesial tersebut jarang dikeluarkan oleh Batik Danarhadi khusus untuk produk-produk tertentu.
Kemudian pada 1 Oktober 2018 juga akan ada kunjungan dari Yayasan Batik Indonesia.
"Dan sebagai puncaknya akan ada kegiatan yang dipusatkan di Car Free Day (CFD) Solo, dan itu konsepnya masih kami bangun," katanya.
Kemudian untuk Museum Batik Danarhadi akan ada diskon 50 persen untuk tiket masuk.
Sementara salah satu pegiat pariwisata Solo, Daryono, mengatakan batik sudah menjadi pribadi Kota Solo.
"Kami berharap di rumah sendiri ini, mestinya batik bisa lebih menggema," katanya.
• Tanggapi Rencana Jalan Sehat 9 September, Ketua PCNU Solo Imbau Masyarakat Saling Menghormati
Para pelaku wisata mustinya dapat memanfaatkannya untuk membuat culture program yang mengajak wisatawan mengetahui budaya di Solo, termasuk batik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/suasana-pameran-asephi-2018_20180210_162948.jpg)