Dibobol Maling, Bengkel AHASS Mega Berlian Mojopuro Sragen Merugi Lebih dari Rp 50 Juta

Bengkel di Jl Raya Solo-Purwodadi kilometer 30 itu kehilangan berbagai barang dagangan hingga ditaksir kerugian Rp 50 juta lebih

Tayang:
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSHNA PRADIPHA
Petugas Polsek Sumberlawang mengecek keadaan bengkel usai terjadinya dugaan pencurian di bengkel AHASS Mega Berlian, Desa Mojopuro, Kecanatan Sumberlawang, Sragen, pada Kamis (6/9/2018) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Polsek Sumberlawang, Sragen, menyelidiki kasus dugaan pencurian dengan pemberatan di bengkel AHASS Mega Berlian, Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, pada Kamis (6/9/2018).

Bengkel di Jl Raya Solo-Purwodadi kilometer 30 itu kehilangan berbagai barang dagangan hingga ditaksir kerugian Rp 50 juta lebih.

Kapolsek Sumberlawang, AKP Suseno, mengatakan, peristiwa terjadi Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Namun, baru diketahui pukul 08.30 WIB setiba kedua karyawan di bengkel tersebut.

Kerjasama Bareng Jonatan Christie, Melaney Ricardo Sukses Bikin Penggemar Cemburu

"Dugaan Curat (pencurian dengan pemberatan, Red) terjadi di bengkel AHASS Mojopuro, kami lakukan penyelidikan untuk mengejar pelaku," jelasnya mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman.

Dikatakannya, kejadian diketahui saat dua karyawan bengkel bernama Edi Sriyanto (33) warga Gemolong, Sragen, dan Erna Anggraini (32) warga Miri, Sragen, tiba di bengkel pukul 08.30 WIB.

Lantas, keduanya kaget pintu bengkel dalam keadaan tak terkunci.

Saat masuk area bengkel, didapati mereka bahwa bengkel dalam keadaan berantakan.

Panitia Nekad Tetap Akan Gelar Jalan Sehat 9 September 2018 Meski Polresta Solo Melarang

"Dua saksi lalu melaporkan kejadian kepada kami pukul 08.45 WIB karena merasa ada pencurian," papar Suseno.

Pihaknya langsung menerjunkan petugas dan melalukan pemeriksaan dan penyelidikan di bengkel milik korban Tri Martini (39), warga Gemolong, Sragen itu.

Hasil pemeriksaan polisi, Tri Martini kehilangan bermacam barabg dagangannya.

Yakni 13 dus oli mesin, 9 unit accu, 17 unit ban tubles, 20 set rantai motor, 10 unit shock belakang, 10 unit rumah roller, 20 unit streng, 20 unit roller, 30 unit kampas cakram, 15 unit kampas tromol, 10 unit bolam depan, 15 unit kiabel spedo meter, 50 unit seal.

Rupiah Melempem, BEI Solo Sebut Investor Asing Masih Percaya Indonesia

Selanjutnya 30 unit busi motor, 20 unit spion, 1 unit televisi ukuran 22”, 1 perangkat komputer, 1 unit kompresor merk, speaker aktif, 6 unit komstir, 10 unit lampu sen, 50 unit handle rem.

"Selanjutnya kami akan mendalami kasus dan melakukan pengejaran terhadap pelaku," tandas Kapolsek. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved