Nilai Tukar Rupiah Melemah
Belum Terdampak Pelemahan Rupiah, Aktivitas Produksi Tahu di Karanganyar Masih Normal
Dengan kondisi ini, Didik mengatakan tetap membuat tahu dengan ukuran yang sama sebagaimana biasanya.
Penulis: Efrem Limsan Siregar | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS tidak berpengaruh pada harga komoditas kedelai di Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (8/9/2018).
Seorang pengusaha pembuatan tahu, Didik Teguh, pun tetap memproduksi tahu sama seperti hari-hari biasanya sebelum melemahnya nilai tukar Rupiah.
“Ini saya baru beli kedelai 8 kuintal dari Palur (Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo) harganya Rp 7,3 ribu per kilogram,” kata Didik saat ditemui di tempat usahanya di Lingkungan Cerbonan, Kelurahan Tegalgede, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (8/9/2018).
Sekadar informasi, harga jual normal kedelai di pasaran berkisar Rp 7.300.
• Jemaah Haji Kota Solo Diperkirakan Bakal Tiba di Tanah Air Minggu Dini Hari
Didik bersama sejumlah karyawannya bekerja memproduksi tahu dari pukul 07.00-13.00 WIB.
Dengan kondisi ini, Didik mengatakan tetap membuat tahu dengan ukuran yang sama sebagaimana biasanya.
Tidak ada pengecilan ukuran tahu.
Jumlah produksi tahu juga normal sebagaimana biasanya.
• Unggah Foto Masa Kecil Anak, Diah Permatasari Jadi Sorotan karena Penampilannya Dulu dan Sekarang
“Hari ini, kita sudah mencetak 20 pack tahu,” ungkap Didik.
Di Pasar Tegalgede, Karanganyar, harga jual kedelai juga masih dijual di kisaran harga Rp7,2 ribu per kilogram.
Menurut seorang pedagang kedelai, Lasrih, harga itu sudah berlaku sejak seminggu lalu tanpa ada kenaikan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/produksi-tahu-1_20180908_165143.jpg)