Hari Batik Nasional
Mengenal Go Tik Swan, Keturunan Tionghoa di Solo yang Lestarikan Batik
Kecintaannya pada budaya Jawa tak hanya disalurkan lewat dedikasinya pada eksistensi batik di Indonesia.
"Belum pernah ada orang di luar tembok keraton yang mendapat gelar Panembahan," ucap Soewarno.
Selain itu, dari Presiden Soekarno Go Tik Swan juga mendapatkan Satya Lencana Kebudayaan.
Soewarno juga mengatakan belum ada pembatik yang mendapatkan Satya Lencana Kebudayaan, penghargaan yang setara dengan Satya Lencana Kemerdekaan dan Satya Lencana Pembangunan.
"Go Tik Swan memang dari kelaurga China tapi, dia ahli sastra jawa dan ahli budaya Jawa, ia lebih Jawa dari orang Jawa sendiri," tambahnya.
Tantangan
Walau kenal dengan Presiden Soekarno, usaha Go Tik Swan mendalami kebudayaan Jawa mendapatkan bukannya mulus, melainkan mendapat banyak tantangan.
Bahkan, pihak keluarganya pun pernah menentang langkahnya untuk melestarikan budaya Jawa.
"Orangtuanya dulu juga menentang tapi, mereka akhirnya sadar jika anak mereka inilah yang bisa 'mikul dhuwur mendhem jero' alias menjunjung tinggi kebaikan dan mengubur dalam-dalam keburukan," ucap Soewarno.
Sebagai orang yang dipercaya merawat dan melestarikan peninggalan Go Tik Swan, ia berharap anak cucunya kelak juga bersedia menggantikannya.
"Yang paling membuat sedih itu generasi sekarang'kan nggak ada yang mau jadi pembatik, mereka lebih memilih kerja kantoran, di pabrik atau bahkan jadi TKI," ucapnya.
Di sisi lain, Soewarno mengaku bahagia jika ada orang yang kagum dan tertarik melihat eksistensi batik.
"Rasanya itu bangga dan bahagia jika ada yang datang ke sini tertarik dan mau belajar, pernah ada orang Jepang yang datang kesini belajar membatik sampai jadi satu kain," ucapnya.
Karya Go Tik Swan ini juga menjadi buruan para penggila batik.
Harga batik reproduksi Go Tik Swan bisa berkisar Rp 700.000 hingga di atas Rp 8 juta.
Selain itu, mereka yang ingin mendapatkannya harus menunggu sekitar enam bulan, tergantung kerumitan motif yang dipesannya.
"Kalau koleksi asli Go Tik Swan bisa sampai Rp 50 juta tapi, jangan dilihat harganya, itu 'kan karya seni," Ucap Soerwarno. (Kompas.com/Ariska Puspita Anggraini)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Go Tik Swan, Menyatukan Indonesia Lewat Batik"