Pemilu 2019
Klarifikasi Pidato 'Tampang Boyolali', Prabowo: Itu Empati Kalau Enggak Boleh Bercanda, Ya Bosan
"Ini negara demokrasi, kalau kita enggak boleh melucu, enggak boleh seloroh, enggak boleh joking, enggak boleh bercanda, ya bosan," ucap Prabowo.
Penulis: Noorchasanah Anastasia Wulandari | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyampaikan klarifikasinya terkait pidatonya yang menyinggung soal "tampang Boyolali".
Prabowo mengaku dirinya sama sekali tak memiliki niat untuk menghina.
Terlihat pada video yang diunggah oleh Koordinator Juru Bicara Tim Kampanye Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, melalui akun Twitternya, Selasa (6/11/2018).
• Aksi Warga yang Protes Pidato Prabowo soal Tampang Boyolali akan Dikaji Bawaslu
Dahnil meminta klarifikasi langsung kepada Prabowo.
"Lagi ramai nih bang, katanya Pak Prabowo dituduh menghina orang Boyolali karena Pak Prabowo menyebut tampang Boyolali, padahal Anda tampang Bojong Koneng, bagaimana nih Pak?" kata Dahnil membuka pertanyaannya.
"Saya kira itu mungkin berlebihan, saya tidak ada niat sama sekali," kata Prabowo.
• Tanggapi Soal Tampang Boyolali, Fahri Hamzah : Maksud Prabowo Baik, Tapi Politik Rumusnya Lain
"Itu cara saya kalau bicara itu familiar, bahasa sebagai seorang teman," lanjutnya.
Prabowo juga mengatakan bahwa pidatonya tersirat empati bukan untuk menghina.
"Bukan menghina, itu empati," kata Prabowo.
• Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Klarifikasi Ucapan Prabowo soal Tampang Boyolali
"Itu empati, solidaritas saya, saya tahu kondisi kalian,"
"Justru yang saya permasalahkan adalah ketidakadilan, kesenjangan, ketimpangan sosial,"
Pada video ini, Prabowo juga meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung atas ucapannya tersebut.
• Prabowo Subianto Dipolisikan Gara-gara Pidatonya soal Tampang Orang Boyolali
"Maksud saya tidak negatif, kalau ada yang tersinggung ya saya minta maaf, maksud saya tidak seperti itu," ucap Prabowo.
Pada video ketiga, ia pun mengungkapkan bahwa dirinya hanya bercanda.
"Ini negara demokrasi, kalau kita enggak boleh melucu, enggak boleh seloroh, enggak boleh joking, enggak boleh bercanda, ya bosan," ucap Prabowo.
• Andi Arief: Kalau Ada yang Protes Rame soal Tampang Boyolali Mungkin Order dari Jakarta