Pemilu 2019
Klarifikasi Pidato 'Tampang Boyolali', Prabowo: Itu Empati Kalau Enggak Boleh Bercanda, Ya Bosan
"Ini negara demokrasi, kalau kita enggak boleh melucu, enggak boleh seloroh, enggak boleh joking, enggak boleh bercanda, ya bosan," ucap Prabowo.
Penulis: Noorchasanah Anastasia Wulandari | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
"Jadi pesan Pak Prabowo, beliau tentu ingin akrab dengan masyarakat Boyolali dan ingin akrab dengan seluruh masyarakat Indonesia," tutup Dahnil pada video yang dibagi menjadi 3 bagian.
Diberitakan sebelumnya, Prabowo Subianto dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang pria bernama Dakun yang mengaku berasal dari Boyolali, Jawa Tengah, pada Jumat (2/11/2018) malam.
Kuasa hukum Dakun, yaitu Muannas Alaidid mengatakan, kliennya melaporkan Prabowo karena ucapan "tampang Boyolali" dalam pidato Prabowo di Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu.
• Dituding Lakukan Upaya Politisasi Terkait Tampang Boyolali, Begini Respons Timses Jokowi-Maruf
Potongan kalimat dalam pidato Prabowo yang dipermasalahkan Dakun, yaitu "...dan saya yakin kalian nggak pernah masuk hotel-hotel tersebut, betul? (Betul, sahut hadirin yang ada di acara tersebut).
Mungkin kalian diusir, tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini."
Menurut Muannas, seperti dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, hal ini tak layak diucapkan meskipun kalimat tersebut dilontarkan di depan para pendukung Prabowo.
• Pidato Prabowo Subianto saat Kunjungi Boyolali, Singgung soal Tampang Orang Boyolali
"Mungkin ada yang menerima tapi jangan membatasi juga kemudian ada yang tersinggung, mungkin yang hadir di situ ada pendukungnya Pak Prabowo, tapi ada juga pendukungnya Pak Jokowi, mungkin merasa tersinggung," ujar Muannas, Jumat. (*)