Kontroversial, Jack Ma Minta Karyawannya Berhubungan Intim 6 Kali dalam Seminggu, Ini Alasannya

Pernyataan kontroversial Jack Ma, Minta Karyawannya Berhubungan Intim 6 Kali dalam Sehari, Ini Alasannya

Editor: Aji Bramastra
montase (Sumber : South China Morning Post)
Pernyataan kontroversial Jack Ma, minta karyawannya agar berhubungan intim 6 kali dalam sehari. 

TRIBUNSOLO.COM - Biasanya, apapun yang diucapkan pengusaha sukses dunia akan jadi kalimat inspiratif bagi orang-orang lain untuk ikut sukses.

Tapi, kutipan dari orang terkaya di China, bahkan di dunia, Jack Ma, ini, sungguh pantas membuat dahi orang berkerut.

Dilansir Shanghaiist, ucapan Jack Ma itu disebut terlontar saat memberikan sambutan di depan karyawan barunya.

Bertepatan Hari Ulang Tahunnya, Jack Ma Umumkan Rencana Pensiun sebagai CEO Alibaba

Bagaimana tidak, Jack Ma meminta agar para karyawannya itu setiap hari rutin berhubungan intim enam kali dalam sehari!

Jack Ma mengatakan hal tersebut setelah sebelumnya mengeluarkan kebijakan kontroversial.

Ia mempromosikan sistem bekerja 996, yang dituding akan membuat manusia stres dan kelelahan bekerja.

Sistem bekerja 996 adalah, setiap hari karyawan Jack Ma harus bekerja dari pukul 9.00 hingga pukul 21.00, dan masuk kerja 6 hari dalam seminggu. 

Jack Ma menerapkan sistem ini, dengan tujuan menuntut karyawannya untuk bekerja keras.

Nah, karena sudah bekerja keras, maka menurut Jack ma, manusia harus menerapkan falsafah 'work hard, play hard'.

Maksud Jack Ma, untuk mengimbangi stres bekerja, maka manusia harus melepas penat lewat cara yang tak kalah ekstrem.

Cara tersebut, adalah melakukan hubungan intim dengan lebih intens.

Nah, konsep ini, diperkenalkan Jack Ma dengan nama 669.

"Apa itu 669? 6 kali, 6 hari, dengan lebih lama menjadi kuncinya," kata Jack Ma, sambil tersenum kepada karyawannya. 

Konsep 669 adalah bercinta 6 kali dalam 6 hari.

Lalu apa maksudnya angka 9?

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved