108 Tugu PSH Teratai dan PSH Winongo di Wonogiri akan Dirobohkan dalam Tiga Hari ke Depan
Forkopimda Kabupaten Wonogiri akan merobohkan 108 tugu milik PSH Teratai dan PSH Winongo yang ada di Kabupaten Wonogiri.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Kerusuhan yang melibatkan dua kelompok silat di Wonogiri beberapa waktu lalu berbuntut pada perobohan tugu.
Forkopimda Kabupaten Wonogiri akan merobohkan 108 tugu milik PSH Teratai dan PSH Winongo yang ada di Kabupaten Wonogiri.
Menurut Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati mengatakan, dari 108 tugu itu, 22 tugu berlambang PSH Winongo dan 86 tugu berlambang PSH Teratai.
"Pendirian tugu itu tidak memiliki IMB, hal itu sudah menyalahi Perda yang ada tentang pendirian bangunan," katanya saat rakor dengan Forkopimda Wonogiri dan PSHW dan PSHT di Mapolres Wonogiri, Jumat (31/5/2019).
• Polisi Tangkap 25 Tersangka Kerusuhan PSHT Vs Winogo di Wonogiri
Selain itu, tugu-tugu tersebut juga dinilai bisa memprovokasi aksi serupa, mengingat perseteruan dua kelompok silat itu diawali dengan aksi provokasi pengrusakan salah satu tugu milik salah satu kelompok silat, oleh kelompok silat lain.
Penghancuran tugu itu, akan dilaksanakan dalam tiga hari ke depan, Uri memberikan waktu hingga Minggu (2/6/2019), untuk masing-masing kelompok merobohkan tugunya masing-masing.
"Kami beri waktu tiga hari untuk para pengurus perguruan mengatur teknisnya, kami akan mengamankan penghancurannya."
"Tidak ada lagi yang membangun tugu tersebut," imbuhnya.
Dia juga menyeyangkan aksi vandalisme dan coret-coret tempat umum seperti di tugu milik kelompok lain, jembatan, maupun tempat umum lainnya.
• PSHT dan Winongo Berdamai Seusai Bentrok di Wonogiri, Polresta Solo Tetap Waspada dan Menantau Ketat
Menurutnya, aksi tersebut bisa menjadi provokasi yang mengakibatkan keributan antarkelompok.
Sementara itu, Dandim Dandim 0728/Wonogiri, Letkol Inf M Heri Amrulloh menambahkan, perobohan tugu ini untuk kepentingan Kamtibnas masyarakat Wonogiri.
Pembongkaran tugu sendiri akan disaksikan oleh lurah, camat, Polsek, dan Koramil setempat.
"Saya tau ini akan berat, tapi saya harap penghancuran ini penuh kerelaan, karena perguruan ini kan untuk melahirkan pendekar," katanya.
Meski sempat merasa berat hati, namun pembongkaran tugu ini telah disetujui para ketua perguruan silat dari kedua belah pihak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kapolres-wonogiri-akbp-uri-nartanti-istiwidayati-dengan-forkopimda-wonogiri-dan-pshw-dan-psht.jpg)