Breaking News:

Update Sidang MK Terbaru

Demokrat Bantah Pernyataan Tim Hukum 02 soal SBY Pernah Katakan Intelijen Tidak Netral Untuk Pilpres

Ferdinand Hutahaean menegaskan Ketua Umum Partai Demokrat SBY tidak pernah bicara intelijen tidak netral untuk Pilpres 2019.

Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Kadiv Humas dan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean 

"Jadi itu hal yang berbeda," tegasnya.

Tim Hukum 02 Pakai Pernyataan SBY

Kuasa Hukum 02, Denny Indrayana menyebut nama Presiden Keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dalam sidang pendahuluan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi pada Jumat (14/6/2019).

Denny menyebut nama SBY ketika mengutip perkataan SBY sebagai bukti petunjuk dugaan ketidaknetralan oknum aparat intelijen yang berpihak pada paslon Presiden dan Wakil Presiden 01 dalam permohonan yang dibacakannya.

"Yang pasti, pada kesempatan kali ini, kami menghadirkan bukti petunjuk ketidaknetralan intelijen melalui pernyataan Presiden 2004-2014," kata Denny di Mahkamah Konstitusi pada Jumat (14/6/2019).

Hakim Mahkamah Konstitusi yang Mengurus Sengketa Pilpres 2019 Mendapat Ancaman Via WhatsApp

Tim hukum hanya mengutip pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, yang menurut keterangan waktunya disampaikan pada 23 Juni 2018.

Dalam pernyataan yang dikutip, SBY mengatakan bahwa ketidaknetralan Badan Intelijen Negara (BIN), TNI dan Polri adalah benar adanya.

Jika ditelusuri, pernyataan SBY itu merupakan tanggapan SBY terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2018.

Tak hanya itu, pernyataan SBY itu telah diklarifikasi oleh Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto.

Di Depan Hakim MK, Tim Hukum 02 Sebut Suara Prabowo-Sandi 52 Persen dan Jokowi-Amin 48 Persen

Ia menegaskan, seluruh jajaran BIN menjaga netralitasnya dalam menghadapi Pilkada Serentak 2018.

Halaman
123
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved