Mengenal Pisang Plenet, Kuliner Legendaris di Semarang yang Hingga Kini Rasanya Tak Berubah

Subandi pun bercerita, jajanan berbahan dasar pisang kepok tersebut tampaknya sudah ada sejak 1950-an.

Mengenal Pisang Plenet, Kuliner Legendaris di Semarang yang Hingga Kini Rasanya Tak Berubah
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Pisang Plenet Subandi Legendaris di Semarang 

TRIBUNSOLO.COM, SEMARANG - Di tengah tren segala macam jajanan kekinian, tampaknya tak mempengaruhi sebagian jajanan tempo dulu yang masih ada.

Para pedagang pun tak kebakaran jenggot.

Mereka justru senang karena tampil berbeda daripada yang lain.

Subandi (62) satu di antaranya.

Laki-laki asli kelahiran Semarang tersebut tampak asik membolak balikkan beberapa potong pisang di atas tungku panggangannya.

Kenalkan Bisnis Kuliner Bareng 2 Putra Jokowi, Chef Arnold Siap Mengabdi, Begini Tanggapan Gibran

Tak perlu waktu lama hanya 1-1,5 menit saja, satu persatu dari beberapa biji pisang yang telah berubah warna menjadi coklat kehitaman diangkatnya.

Pada tiap-tiap biji ditelakkan di plastik bening segi empat memanjang.

Subandi pun mengambil 2 buah papan berbentuk segi empat kecil dan kemudian menjepitkan pisang di antaranya dengan 1 atau 2 kali tekanan.

Nyet-nyet-nyet terdengar lirih dari mulut Subandi.

Festival Kuliner di The Park Mall Solo Baru, Ada Puluhan Stand dengan Ratusan Menu Tradisional

"Iki jenenge Pisang Plenet. Gawene diplenet-plenet, dipenyet," katanya, Sabtu (22/6/2019) malam.

Halaman
1234
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved