Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Mengenal Pisang Plenet, Kuliner Legendaris di Semarang yang Hingga Kini Rasanya Tak Berubah

Subandi pun bercerita, jajanan berbahan dasar pisang kepok tersebut tampaknya sudah ada sejak 1950-an.

Editor: Hanang Yuwono
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Pisang Plenet Subandi Legendaris di Semarang 

Menurutnya, kala itu, sang kakek menjadi perintis pertama merasa bosan dengan camilan tempo dulu yang hanya seputar singkong atau ubi rebus maupun goreng.

Lantas sang kakek mencoba untuk mengkreasikan pisang dengan cara dibakar dan diplenet hingga pipih dengan memasukkan isian gula, selai nanas dan mentega.

Kreasinya pun sempat populer pada zaman tersebut.

"Awet biyek yo ngunu-ngunu wae. Pisange kepok ora keno liyane campurane nanas, gulo yo mentega," ucap Subandi.

Kuliner Solo, Menikmati Bubur Sumsum dalam Gelas Es Potjong

Bisnis jajanan tradisional tersebut nampaknya turun temurun.

Pada generasi kedua usaha pisang plenet dimotori oleh kakaknya.

Kala itu, sebut Subandi, pisang plenet diperjual belikan hingga 12 titik di Kota Semarang.

Lambat tahun seiring meninggalnya para pedagang yang juga nagian dari keluarga besarnya, Subandi pun mengambil inisiatif untuk ikut serta meneruskan usaha tersebut.

Cabuk Rambak, Kuliner Asli Solo yang Kini Sudah Mulai Langka

Pada tahun 1975, pria kelahiran 1956 tersebut mempunyai sedikit modal untuk memulai bisnis pisang plenet.

Bersama kakaknya yang saat ini masih jualan, Subandi dengan dukungan sang istri mulai terjun ke Jalan Pemuda agar bisa dikenal oleh masyarakat.

Semua racikan hingga bahan-bahannya pun masih dibuat sama persis dengan yang dirintis sang kakek.

Satu porsinya yang terdiri dari 4 biji pisang kepok atau 4 tangkep pisang lengkap dengan isian dibungkus daun pisang dibandrol Rp 12 ribu teruntuk semua jenis isian.

Berlaku juga bagi setengah porsi dengan harga setengahnya.

Jokowi Belanja di Pasar Gede Solo, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep Bagi Tugas Bawa Pisang

Tribun Jateng mencoba menanyakan, kenapa harus pakai pisang kepok dan juga daun pisang?

Jawab Subandi, itulah ciri khas dari pisang plenet.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved