Mengenal Pisang Plenet, Kuliner Legendaris di Semarang yang Hingga Kini Rasanya Tak Berubah

Subandi pun bercerita, jajanan berbahan dasar pisang kepok tersebut tampaknya sudah ada sejak 1950-an.

Mengenal Pisang Plenet, Kuliner Legendaris di Semarang yang Hingga Kini Rasanya Tak Berubah
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Pisang Plenet Subandi Legendaris di Semarang 

Hari itu pun para pembeli berdatangan secara bergiliran.

Tua muda hingga anak-anak pun terlihat di sana.

Beberapa yang lain memang menyebutnya pisang penyet.

Pisang Plenet Subandi Legendaris di Semarang
Pisang Plenet Subandi Legendaris di Semarang (TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM)

Entah dari mana asal sebutan tersebut, yang pasti kata Subandi pisang bakarnya bernamakan Pisang Plenet Khas Semarang Pemuda Pak Subandi sebagaimana tertuliskan dalam gerobaknya tanpa berubah-ubah.

Ngobrol Mewah Sore Ini Bareng Pengelola Umbul Ponggok, Pemilik Akun @surakartakita & @kulinerdisolo

Subandi pun bercerita, jajanan berbahan dasar pisang kepok tersebut tampaknya sudah ada sejak 1950-an.

Menurutnya, kala itu, sang kakek menjadi perintis pertama merasa bosan dengan camilan tempo dulu yang hanya seputar singkong atau ubi rebus maupun goreng.

Lantas sang kakek mencoba untuk mengkreasikan pisang dengan cara dibakar dan diplenet hingga pipih dengan memasukkan isian gula, selai nanas dan mentega.

Kreasinya pun sempat populer pada zaman tersebut.

"Awet biyek yo ngunu-ngunu wae. Pisange kepok ora keno liyane campurane nanas, gulo yo mentega," ucap Subandi.

Kuliner Solo, Menikmati Bubur Sumsum dalam Gelas Es Potjong

Bisnis jajanan tradisional tersebut nampaknya turun temurun.

Halaman
1234
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved