Polres Karanganyar Tangkap 2 Pelaku Penipuan, Modusnya Iming-Iming Dana Hibah dan Menjadi PNS

Polres Karanganyar tangkap dua orang pelaku kasus penipuan dan penggelapan yang mengaku mampu cairkan dana hibah dan memasukkan seseorang menjadi PNS.

Polres Karanganyar Tangkap 2 Pelaku Penipuan, Modusnya Iming-Iming Dana Hibah dan Menjadi PNS
www.menpan.go.id
Ilustrasi pendaftaran CPNS 2018 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Reza Dwi Wijayanti

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Polres Karanganyar menangkap dua orang pelaku kasus penipuan dan penggelapan yang mengaku mampu mencairkan dana hibah dan memasukkan seseorang menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) di kementrian.

Kejadian penipuan ini terjadi pada bulan Desember 2017 hingga maret 2018 lalu.

Kasus penipuan dan penggelapan ini dilaporkan oleh PS (58) selaku korban asal Desa jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, karena dalam kurun waktu tersebut korban merasa tidak ada janji yang terealisasikan dan melaporkan tersangka ke Polres Karanganyar pada 1 Oktober 2018.

Kisah Dokter Romi, CPNS Difabel Kembalikan Status Kelulusannya yang Dibatalkan Sepihak Pemkab Solok

Dua orang tersangka berinisial MS (50) seorang pensiunan PNS yang tinggal di Desa Brujal, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Dan ASN (50) berasal dari Desa Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Keduanya mengaku sebagai sepasang suami istri (pasutri).

"Kasus berawal dari MS dan ASN yang menawarkan dana hibah tentang pondok pesantren dan yayasan bunga saroja dan bisa memasukkan pegawai negeri di kementrian," kata Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Effendi, Rabu (31/7/2019).

"Korban ditawari akan mendapat dana hibah sebesar Rp 30 miliar, korban terpancing hingga mengeluarkan uang kurang lebih Rp 270 juta," imbuhnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan anggota II di bantu unit Resmob Sat Reskrim Polres Karanganyar, pada Kamis (25/7/2019) sekitar pukul 22.30 WIB tersangka di tangkap di depan gedung badminton di kawasan Kampung Bari, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

"Saat sampai di Mako Sat Reskrim Polres Karanganyar dan dilakukan penggeledahan di mobil Datsun tersangka, ditemukan tas yang berisis uang sebesar Rp 158,3 juta yang diduga sebagai uang palsu (upal)," ujarnya.

Pemerintah akan Buka 100 Ribu Lowongan CPNS dan 75 Ribu PPPK pada 2019

Akibat kasus penipuan dan penggelapan serta upal, tersangka dijerat pasal 26 ayat 2 tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan, serta pasal 36 ayat 2 tentang mata uang.

Dengan ancaman pidana kurungan penjara maksimal 10 tahun dan denda Rp 10 miliar. (*)

Penulis: Reza Dwi Wijayanti
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved