OTT KPK di Solo

OTT KPK di Solo, Kantor Anak Mantan Manager Persis Solo Digeledah, Ini Kesaksian Ketua RW

Ketua RW Fajar Indah Permata II No 18 RT 005 RW 009 Haji Tjeng Haedar mengatakan, selama penggeledahan dia tidak mengetahui apa yang diamankan KPK.

OTT KPK di Solo, Kantor Anak Mantan Manager Persis Solo Digeledah, Ini Kesaksian Ketua RW
TribunSolo.com/Ryantono
KPK Keluar membawa koper yang diamankan dari PT. Manira Arta Mandiri 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketua RW yang diminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi saksi penggeledahan Kantor PT Manira Arta Mandiri di Jalan Mawar II Colomadu, Karanganyar mengaku tidak mengetahui dokumen apa saja yang dibawa KPK.

Ketua RW Fajar Indah Permata II No 18 RT 005 RW 009 Haji Tjeng Haedar mengatakan, selama penggeledahan dia tidak mengetahui apa yang diamankan KPK.

"Saya diminta jadi saksi saja, tidak tahu yang dibawa apa," kata Tjeng Haedar, Kamis (22/8/2019) dini hari.

Menurut Tjeng, dia hanya diminta melakukan tanda tangan pada dokumen yang sudah disiapkan oleh KPK.

Namun, apa isi dokumen tersebut Tjeng mengaku kurang tahu dan tidak membacanya dengan detail.

Rocky Gerung Ditegur Karni Ilyas saat Kritik Rencana Jokowi soal Pindah Ibu Kota, Begini Reaksinya

OTT KPK di Solo, KPK Bawa 3 Koper dari Kantor PT Manira Arta Mandiri Colomadu Karanganyar

OTT KPK di Solo, KPK 4,5 Jam Geledah Kantor Anak Mantan Manager Persis Solo

"Isi dokumen yang saya tanda tangani cuman ada tulisan sebagai saksi gitu," papar Tjeng Haedar.

Selama KPK melakukan penggeledahan dia hanya menunggu di teras kantor Manira Arta Mandiri tersebut.

KPK mengamankan 3 Koper dokumen dari Kantor PT Manira Arta Mandiri di Jalan Mawar II tepatnya di Fajar Indah Permata II No 18 RT 005 RW 009.

KPK melakukan penggeledahan selama 4,5 jam di lokasi Kantor PT Manira Arta Mandiri di Jalan Mawar II tepatnya di Fajar Indah Permata II No 18 RT 005 RW 009 Colomadu, Karanganyar.

Penggeledahan ini terkait kasus suap lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta tahun anggaran 2019.

Sebagai pemberi suap, KPK menjerat Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri (Mataram) Gabriella Yuan Ana (GYA). 

Kemudian Jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta sekaligus anggota TP4D (Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah) Eka Safitra (ESF) dan Jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta Satriawan Sulaksono (SSL) dijerat sebagai penerima suap. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved