Berita Sukoharjo Terbaru

Tipu Kelompok Arisannya Hingga Milyaran Rupiah, Pelaku Arisan Fiktif Tak Miliki Aset Fantastis

Arisan Online Fiktif yang jalankan TR(29), warga Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo telah banyak memakan korban.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Garudea Prabawati
net
Ilustrasi arisan 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Arisan Online Fiktif yang jalankan TR(29), warga Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo telah banyak memakan korban.

Menurut laporan dari dari para korban yang berada di Surakarta, TR diduga melariakan uang arian online fiktif tersebut hingga Rp 5 milyar.

Sementara satu korban yang melaporkan TR ke Polres Sukoharjo, mengaku merugi hingga sekitar Rp149 juta dari arisan online fiktif yang dia ikuti.

Menurut Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Gede Yoga Sanjaya mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, sasaran TR adalah teman-temannya sendiri, yang ditawari arisan online fiktif dengan menggunakan media Whatsapp.

"TR ini kan pernah memiliki butik, sehingga temannya banyak, lalu diajak ikut dalam kelompok arisan yang dia buat," katanya saat berbincang dengan TribunSolo.com, Kamis (29/8/2019).

Meski diduga melarikan uang arisan hingga milyaran rupiah, namun TR tidak memiliki aset yang nilainya fantastis.

"Dari aset, TR ini tidak memiliki aset yang fantastis."

Sebelum Ditangkap Polisi, Pelaku Arisan Online Fiktif di Solo Hidup Nomaden

Inilah Modus Menggiurkan Arisan Fiktif Online yang Dibuat Pelaku kepada Korbannya di Sukoharjo

Pilkada Solo 2020: Pengusaha Katering Asal Laweyan ini Siap Jadi Cawali Solo, Siap Dampingi Gibran

Pentas Wayang Kulit, Bupati Klaten Serahkan 95 Penghargaan

"Kondisi rumah TR ini juga tergolong biasa saja dilingkungan yang padat di dekat tanggul, tidak punya mobil juga," jelasnya.

Hal tersebut, diduga TR membutuhkan biaya yang cukup besar untuk mengelabuhi para korbannya, mengingat modus TR dalam menjalankan aksinya membuat korbannya percaya terlebih dahulu.

"Modusnya membuat korban percaya dulu, dibuat seolah-olah itu arisan yang normal, ketika korban sudah percaya, maka TR akan mulai melakukan aksinya," imbuhnya

Dengan jumlah korban yang cukup banyak, TR membutuhkan modal untuk menggaet para calon korbannya.

"Sehingga uang korban yang sebelumnya terus diputarkan untuk meyakinkan korban yang baru," jelasnya.

TR sendiri saat ini masih mendekam diruang tahanan Polres Sukoharjo, dan kasusnya masih terus didalami pihak berwajib.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved